[JAKARTA] Bencana banjir yang mengancam Kota Jakarta, awal tahun 2008 ini harus diantisipasi secara cermat. Karena itulah Pemkot Jakarta Barat telah menyiagakan posko di setiap kantor kelurahan dan kecamatan yang ada di wilayah setempat.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Jakarta Barat, Fadjar Panjaitan dalam acara jumpa pers akhir tahun, yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (31/12) malam.
Pada kesempatan itu, Fadjar didampingi pejabat Muspiko lainnya, di antaranya Dandim 0503 Jakarta Barat, Letkol Kav A Said, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Dr Iza Fadri.
Fadjar mengungkapkan, bukan hanya persiapan posko saja, tetapi pihaknya juga menyiapkan sarana logistik berupa makanan siap saji dan lainnya juga telah disiagakan di posko tersebut.
Di Jakarta Barat, kata Fadjar, terdapat 120 lokasi penampungan yang juga telah disiagakan untuk para korban bencana banjir yang kemungkinan masih terjadi. "Sebagian bantuan logistik sudah didistribusikan oleh dinas ke sudin. Ini bertujuan agar pendistribusian logistik tidak lagi terlambat karena akses terputus. Kita belajar pengalaman pada banjir lalu," kata dia.
Dia mengungkapkan, dari 56 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan di wilayahnya, 46 diantaranya tergolong rawan banjir dengan ketinggian air antara antara 0,50 meter hingga 1,90 meter dengan luas genangan mencapai 35,57 persen dari luas wilayah Kotamadya Jakarta Barat.
Banjir yang terjadi di Jakarta Barat, kata dia, bukan semata-mata kerena turun hujan saja, tapi juga banyak daerah rendah yang berada di bawah permukaan laut. Contohnya wilayah Kelurahan Tegal Alur, Semanan, Rawa Buaya. "Beberapa meter jalan di depan Samsat di Jalan Daan Mogot juga berada di bawah permukaan laut," kata dia.
Dia mengatakan, banjir di wilayah Kelurahan Semanan terjadi karena luapan Kali Mookevaart yang mengalami pendangkalan dengan kedalamannya yang tersisa sekitar satu meter. Padahal, idealnya kali tersebut kedalamannya minimal lima meter.
"Kali Mookevaart adalah kewenangan Departemen Pekerjaan Umum, jadi untuk melakukan pengerukan itu harus ada izin dari sana. Tapi, itu sepertinya belum pernah terjadi, karena Sudin sendiri juga sibuk dengan pekerjaannya," tambah dia.
Kesiapan lainnya yang telah dilakukan Pemkot Jakarta Barat dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana banjir di wilayahnya antara lain, telah disiagakannya sarana sistem polder dan sarana sistem pompa air. Selain itu juga dilakukan penertiban saluran air yang ditutup permanen oleh warga sehingga sulit dibersihkan. [M-16]