ujan lebat mengguyur Jakarta dan sekitarnya, di penghujung tahun 2007 hingga memasuki tahun 2008, tak mengurangi kemeriahan acara pergantian tahun, yang sudah dirancang jauh-jauh hari di sejumlah lokasi.
Sejak pukul 20.00 WIB, Senin (31/12/2007), hujan lebat hampir merata di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Namun, warga tetap berjubel di pusat-pusat keramaian. Hujan bukan halangan, namun malah dinikmati sebagai bentuk kesejukan memasuki tahun 2008.
Warga yang haus hiburan terlihat jelas di sekitar Tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Diperkirakan, sekitar 1,5 juta warga Jakarta tumplek di sana. Bahkan, banjir manusia menuju Monas sudah sangat terasa beberapa jam sebelum acara dimulai.
Sejak pukul 18.00 WIB, kawasan Tugu Tani mulai macet. Kendaraan terpaksa mengantre menjelang lampu merah selama hampir 15- 20 menit.
Hujan menambah kemacetan, karena banyak pengendara motor yang memarkir kendaraannya di bahu jalan. Untuk sampai ke Monas dari Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat misalnya, harus ditempuh dalam waktu satu jam, yang biasanya hanya sekitar 20 menit.
Alhasil, banyak warga yang nekad memanjat pagar Stasiun Gambir setinggi dua meter. Bahkan, mereka berhasil menjebol pagar besi tersebut.
Rumput yang bercampur tanah dan becek, tetap tak mengurangi kegembiraan Aris (27). Pria asal Bandung yang mengaku tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tetap senang. "Namanya juga semangat dan jiwa muda," katanya.
Tepat pukul 22.00 WIB, tembakan 10.000 kembang api selama lima menit menandai Tahun Baru untuk wilayah Indonesia Bagian Timur dan pukul 23.00 WIB untuk wilayah Indonesia Bagian Tengah. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang dijadwalkan hadir pukul 23.00 WIB dan akan berduet dengan Ungu, baru tiba dan memberikan pidato singkatnya sekitar pukul 23.50 WIB. Usai berpidato, Foke langsung disambut tembakan kembang api yang memenuhi langit kawasan Monas yang mendung malam itu. Sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa (1/1/2008) pengunjung mulai bubar.
Pemandangan menarik tampak di Stasiun Gambir. Ratusan orang memenuhi pelataran dan loby stasiun untuk bermalam.
Sari (25) warga Depok mengatakan, dia dan empat anggota keluarganya terpaksa menginap karena tak ada lagi angkutan untuk kembali ke rumahnya. Pukul 05.00 WIB, petugas keamanan stasiun mulai membangunkan mereka untuk meninggalkan stasiun.
Suasana yang tak jauh beda juga terlihat di Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta Utara. Saat ratusan kembang api meletus di udara, puluhan ribu pengunjung yang datang dari berbagai sudut Kota Jakarta dan sekitarnya, seakan melupakan guyuran hujan yang membasahi tubuh mereka.
Ketika waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB, Selasa (1/1/2008), tiupan terompet, alunan klakson, dan dentuman mercon menghiasi langit bagian utara Jakarta dan sekitarnya.
Hingga Selasa sore, TIJA masih dipadati pengunjung dari Jakarta, bahkan dari berbagai wilayah Indonesia.
Suasana di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga sangat meriah. Tak kurang dari 80.000 pengunjung memadati areal seluas 150 hektare itu sejak pukul 20.00 WIB, Senin malam. Panggung hiburan yang dimeriahkan oleh Dewa 19, Andra and The Backbone, The Rock, dan lain-lain, ditambah hiburan seni dan budaya di sejumlah anjungan provinsi, memenuhi kehausan warga atas hiburan dan penambahan wawasan.
"Hiburan di sini sarat dengan nilai-nilai pendidikan budaya nasional. Selain bermain, anak-anak saya bisa sekaligus belajar adat istiadat suku-suku bangsa Indonesia," kata Hartati, yang datang bersama suami dan dua anaknya.
Menurut Kepala Hubungan Masyarakat TMII, Jerrimias Lahama, berbagai pilihan hiburan memang disiapkan untuk kepuasan pengunjung. "Sifat dan selera pengunjung bermacam-macam, jadi kami siapkan berbagai alternatif hiburan," katanya.
Hari pertama tahun 2008 juga tak kalah ramai. Tak kurang dari 50.000 pengunjung memadati TMII.
Botabek
Malam pergantian tahun di Kota Bogor dan kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor pun tak kalah meriah. Seperti biasanya, kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Hujan itu, tak terhindari.
Sejak pukul 19.00 WIB, kepadatan manusia dan kendaraan terlihat nyata di kawasan Air Mancur sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ir Juanda, dan Jalan Suryakencana. Kemacetan hampir sepanjang tiga kilometer.
Sampai Selasa (1/1) petang, hampir semua jalan alternatif dipadati berbagai jenis kendaraan warga asal Jakarta dan sekitarnya.
Di Tangerang, kegembiraan warga menyambut Tahun Baru juga tak terpengaruh oleh cuaca buruk. Sedangkan kawasan Pantai Dadap di Kecamatan Kosambi, Pantai Tanjung Pasir di Teluknaga maupun Pantai Tanjung Kait di Kecamatan Mauk, relatif lebih sepi pengunjung dibanding tahun lalu karena cuaca buruk dan terjadinya gelombang pasang sehingga tidak cukup aman untuk keindahan pantai ini.
Keramaian di tengah hujan lebat juga terlihat di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Bekasi, Stadion Bekasi, dan panggung hiburan di pusat perbelanjaan Ramayana Kota Bekasi.
Sebagian warga memilih tetap merayakan Tahun Baru di beberapa tempat keramaian, meski hujan lebat. "Ingin lihat suasana kota aja. Biar hujan, pokoknya keluar rumah," kata Indra (19).
Menurut Kepala Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) Mal Bekasi, AKP Purbaya, malam Tahun Baru 2008 di Bekasi aman dan terkendali. "Polres telah menyiagakan anggota di titik-titik yang dianggap rawan," ujar Purbaya. [126/132/ATW/ASR/HTS/ SYH/N-6]