Seorang diplomat Amerika Serikat (AS) ditembak dan tewas oleh seorang pria bersenjata di Khartoum, Sudan, Selasa (1/1). Diplomat itu ditembak saat hendak pulang ke rumah dengan mobil dan menurut pejabat Sudan serangan itu bukan dilakukan oleh teroris. Kedutaan Besar AS di Sudan menyatakan akan segera menyelidiki motivasi pelaku. Selain diplomat AS, sopirnya juga tewas akibat tembakan tersebut.
Pemerintah Sudan memang kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan anti-Barat. Meski demikian, serangan terhadap warga asing di Khartoum sudah jarang terjadi. Pembunuhan diplomat AS terakhir terjadi pada 1973. Diplomat AS yang dibunuh kemarin adalah John Granville (33 tahun) yang berasal dari New York. Dia adalah staf program Bantuan AS untuk Pembangunan Internasional (USAID) dan telah bekerja di Sudah sejak 2005. Granville sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tetap tidak tertolong. Sedangkan sopirnya yang ikut tewas adalah Abdel-Rahman Abbas (40 tahun). [AP/O-1]
Sedikitnya 32 orang tewas saat terjadi serangan bom bunuh diri di timur Baghdad, Irak, Selasa (1/1). Aksi bom bunuh diri itu terjadi saat sejumlah orang berkumpul untuk mengiringi jenazah seorang anggota militer AS. Ledakan itu terjadi di dekat Zayouma, kota yang dihuni oleh warga Sunni dan Syiah.
Polisi dan petugas ambulans memastikan kalau korban yang tewas berjumlah 32 orang dan semuanya adalah pria. Pemilik rumah tempat ledakan bom, Nabil Hussein Jassim termasuk di antara korban yang tewas. Aksi ledakan bom seperti itu mengingatkan warga terhadap tindakan kelompok teroris Al Qaeda. [AP/O-1]
Satu-satunya saudara perempuan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, Putri Galyani meninggal dunia karena kanker, Rabu (2/1). Putri Galyani wafat dalam usia 84 tahun. Menurut pihak istana, sebelum wafat sang putri telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siriraj, Bangkok, sejak Juni tahun lalu. Stasiun-stasiun televisi Thailand menghentikan sementara program reguler mereka untuk mengumumkan kematian itu.
Putri Galyani terkena sebagai orang yang terpelajar dan pernah menjadi mahasiswa sastra Prancis. Akhir Desember lalu, dia mendapatkan Grand Officer of the Legion of Honour, penghargaan tertinggi bagi warga sipil yang dikeluarkan Pemerintah Prancis. Dia juga pernah menjadi guru besar di Universitas Chulalongkorn, Kepala Jurusan Sastra Prancis di Universitas Thammasat, dan memimpin Asosiasi Guru Besar Prancis di Thailand. [AFP/O-1]