
[DES MOINES] Dua musuh bebuyutan Gedung Putih, yakni Senator Barack Obama dan Hillary Clinton, bertarung ketat memperebutkan simpati dan dukungan untuk meraih posisi utama dalam Kaukus Iowa, Selasa (1/1). Dua senator tersebut memperebutkan posisi sebagai calon tunggal Partai Demokrat yang akan resmi bertarung pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 2008.
Calon presiden dari Partai Demokrat akan diumumkan pada Kamis (3/1). Dalam pertarungan melawan saingan terkuatnya, mantan Ibu Negara Hillary Clinton, Obama diunggulkan dalam sebuah jajak pendapat yang digelar oleh surat kabar Des Moines Register.
Obama diunggulkan tujuh poin di atas Hillary, kendati staf Hillary menuding survei tersebut tidak akurat. Tidak hanya atas Hillary, Obama juga terbilang unggul dibandingkan kandidat lain, John Edwards.
"Kita berdiri di pinggir sesuatu yang sangat, sangat, sangat istimewa di sini. Di Iowa," kata Obama di hadapan sekitar 400 orang pendukungnya. Obama, dalam kampanye terakhir setelah hampir satu tahun pelaksanaan kampanye, menyuarakan kembali harapan akan adanya perubahan di panggung perpolitikan AS.
"Sekarang, setelah sepuluh bulan, tampaknya akan ada keberhasilan yang bisa diraih," kata Obama. Kendati optimistis, Obama secara berhati-hati memperingatkan para pendukungnya bahwa banyak pekerjaan yang masih harus dirampungkan.
Pakar strategi utama Hillary balik menghantam "perang politik" yang dilancarkan dengan menggunakan jajak pendapat. Diungkapkan, dua survei menunjukkan Hillary berada pada posisi unggul. Para pemilih dinilai perlu dapat memahami, bahwa pertarungan berlangsung sangat ketat, sehingga partisipasi mereka dalam malam Kaukus dapat membuat banyak perbedaan.
Mengesampingkan
Sejumlah pembantu Hillary mengatakan survei yang dilakukan Register telah mengesampingkan peran para pemilih independen pada Kaukus. Jajak pendapat itu menyebutkan Obama mendapatkan 32 persen dukungan, Hillary 25 persen, dan mantan senator John Edwards 24 persen. Menurut Mereka, dalam model perolehan hasil 2004 yang telah digunakan, Hillary akan memimpin dua poin.
Dua jajak pendapat yang dipublikasikan pada Selasa menempatkan Hillary pada posisi unggul. Jajak pendapat Zogby menempatkan Hillary unggul dengan memperoleh 30 persen dibandingkan Obama yang meraih 26 persen. Jajak pendapat CNN/Opinion Research menempatkan Hillary pada posisi 33 persen, Obama 31 persen, dan Edwards 22 persen.
Sedangkan menurut Edwards, Obama mungkin menjadi wajah baru yang akan menyegarkan perpolitikan AS. Tetapi, Edwards berpendapat Obama tidak cukup tangguh untuk menghadapi kekuasaan korporasi dan kelompok-kelompok lobi yang menurut dia kerap kali membelenggu perpolitikan AS.
"Kenapa kita harus berharap pada kekuasaan korporasi dan lobi-lobi mereka, yang berhasil menangguk miliaran dolar dengan menggadaikan kelas menengah hanya untuk menyerahkan kekuasaan karena kita memintanya secara bermanis-manis?" kata Edwards. [AFP/E-9]