SUARA PEMBARUAN DAILY

Teater Mode Grup Terbaik FTJ 2007

[JAKARTA] Kelompok Teater Mode akhirnya terpilih sebagai Grup Terbaik dalam Festival Teater Jakarta (FTJ) 2007 yang ditutup beberapa saat sebelum penghujung tahun 2007 kemarin. Kelompok ini menyisihkan 17 pesaingnya. Mulai tahun ini, festival memberikan penghargaan untuk naskah drama asli, hal ini untuk memancing munculnya naskah-naskah baru yang berasal dari penulis lokal.

Naskah drama asli sebelumnya menjadi perhatian dari banyak pihak. Penyelenggaran FTJ yang ke -35 ini pun diharapkan dapat memancing penulis-penulis skenario baru yang handal. Penghargaan Naskah Drama Asli Terbaik ini diberikan pada dua penulis sekaligus yakni Dadang Badoet (Teater Indonesia) dengan naskah berjudul Anekdot Idiot, dan Alfi Rosyadi (Teater E'Ma) dengan naskah berjudul Bila Malam Tiada Malam.

Malam penutupan Festival Teater Jakarta 2007 yang diselenggarakan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Senin (31/12) malam, berlangsung meriah. Selain pengumuman para pememang, penutupan itu sekaligus menyambut malam pergantian tahun. Sejumlah pertunjukan meramaikan malam pergantian tahun, seperti pertunjukan seni bertutur dari PM Toh (Agus Nuramal), Kelompok Musik Lokal Ambience, dan Jogja Hip Hop Foundation.

Sementara itu, dewan juri festival yang terdiri dari Putu Wijaya, Jajang C Noer, Radhar Panca Dahana, Seno Joko Suyono, dan Danarto menetapkan pemenang untuk sejumlah kategori.

Grup Terbaik

Teater Mode yang mementaskan naskah Cermin II karya Nano Riantiarno terpilih sebagai Grup Terbaik. Kelompok ini menyabet pemenang dalam sejumlah kategori seperti Sutradara Terbaik (Erent Mode), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Lina Erent), Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Edy Oglek), dan Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Lisna).

Teater Mode yang diketuai oleh Zubir Mustaqim didirikan tahun 2005 oleh kelompok pemuda yang sering berkumpul di Gelanggang remaja Jakarta Timur. Kelompok teater ini sering mementaskan sejumlah naskah seperti Kereta Kencana, Jaka Tarub, dan Ceriman II.

Putu Wijaya yang menjadi ketua Dewan Juri menyebutkan kelompok yang tampil terakhir ini mampu memesona dewan juri dengan pertunjukan drama realis yang bagus, para pemain yang kompak dan menjiwai, serta vokal yang baik.

Sementara itu pada kategori Pemeran Utama Pria Terbaik diraih Budi Ketjil dari Teater Indonesia dan Penata Artistik Terbaik diraih oleh Irman Nisha (Studi Teater 24). Untuk Penata Musik Terbaik direbut oleh Gery Pap Pap dari Teater Amoeba, dan Grup Teater Favorit adalah Study Teater 24. dewan juri juga memberi penghargaan untuk kelompok yang dipuji, yakni Teater Cermin.

Festival Teater Jakarta adalah ajang kompetisi sejumlah kelompok teater yang ada di Jakarta. Sebanyak 18 kelompok teater mengikuti festival ini, meskipun ada satu kelompok yang mengundurkan diri. Kelompok-kelompok yang berpartisipasi sebelumnya sudah melalui proses seleksi di tingkat kotamadya. [K-11]


Last modified: 2/1/08