[JAKARTA] Guna menggenjot investasi di kegiatan hulu migas, pemerintah kembali menjanjikan insentif bagi investor. Kali ini, berupa penawaran porsi bagi hasil yang lebih menarik untuk pengembangan wilayah kerja di Indonesia bagian timur. Jika biasanya bagi hasil atau split minyak, 85 persen bagian pemerintah dan 15 persen kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), untuk penawaran baru nantinya menjadi 65 persen pemerintah dan 35 persen KKKS.
Direktur Pembinaan Hulu Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Priyono di Jakarta, baru-baru ini, mengatakan penawaran tersebut diharapkan mampu menarik investasi lebih banyak untuk pengembangan potensi migas di Indonesia bagian timur.
Menurut dia, selama ini potensi migas di wilayah tersebut belum tergarap dengan optimal, padahal cadangan yang ada cukup menjanjikan. Investor kurang berminat, karena selain lokasinya sulit dijangkau, juga tingkat risiko kegagalannya tinggi.
Tidak hanya bagi hasil yang lebih menarik, untuk pengembangan wilayah kerja di kawasan timur Indonesia yang akan ditawarkan tahun 2008, pemerintah juga menjanjikan akan membebaskan KKKS dari keharusan mengebor dalam kurun tiga tahun pertama. Jika biasanya, KKKS wajib melakukan pengeboran dalam waktu tiga tahun pertama sejak penandatanganan kontrak, nantinya pemerintah akan memberi kelonggaran, dalam kurun waktu tersebut kontraktor hanya diwajibkan melakukan studi seismik.
Lelang 2008
Berbagai insentif ini, menurut Priyono, akan mulai diterapkan untuk 26 wilayah kerja yang akan dilelang selama tahun 2008. Sebanyak 12 blok atau wilayah kerja, ditawarkan dengan bagi hasil 65:35. Dari 12 blok ini, sembilan blok akan ditawarkan melalui lelang reguler dan sisanya melalui penawaran langsung.
Sembilan wilayah kerja yang akan dilelang reguler adalah Buton II di daratan dan lepas pantai Sulawesi Tenggara, Semai I-V di lepas pantai Papua Barat, South East Tual di lepas pantai Maluku Tenggara, North Bali III di lepas pantai utara Bali, dan East Palung Aru di lepas pantai Maluku Tenggara.
Sedang, tiga blok yang ditawarkan langsung, yakni West Timor di daratan dan lepas pantai Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, South East Palung Aru di lepas pantai Maluku Tenggara, dan Kasuri di daratan Papua Barat.
Sementara itu, dari 26 wilayah kerja yang akan dilelang, selain 12 blok yang dijanjikan dengan bagi hasil 65:35, sebanyak 14 blok ditetapkan dengan bagi hasil 85:15 dan 70:30. [H-13]