SUARA PEMBARUAN DAILY

Program Konversi Minyak Tanah Tak Capai Target

[JAKARTA] Pelaksanaan program pengalihan atau konversi minyak tanah ke elpiji di tahun 2007 tidak mencapai target. Dalam APBN Perubahan 2007 pemerintah menargetkan hingga Desember 2007 mampu mengalihkan pemakaian 320.000 kiloliter (KL) minyak tanah ke elpiji.

Namun, berdasarkan laporan Pertamina, pengalihan hanya mencapai 180.000 KL minyak tanah.
Pertamina berdalih, banyak faktor yang menyebabkan kegagalan program konversi, mulai dari ketersediaan tabung dan kompor gas hingga sosialisasi masih sangat minim.

Penyediaan tabung dan kompor gas merupakan tanggung jawab Departemen Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sedangkan sosialisasi kepada masyarakat adalah tanggung jawab Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

"Selain itu, dari evaluasi kami, dalam pelaksanaan di lapangan masih banyak terjadi penyimpangan. Masyarakat yang sudah mendapatkan tabung dan kompor gas, tetap enggan meninggalkan minyak tanah. Banyak warga yang justru menjual kembali tabung dan kompor gas yang sudah dibagikan secara gratis. Karena itu, untuk yang akan datang, kami akan tingkatkan koordinasi supaya pelaksanaan konversi lebih matang," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Achmad Faisal di Jakarta, Senin (31/12).


Belum Jelas

Dalam APBN Perubahan 2007, pemerintah menargetkan penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diperoleh dari program konversi minyak tanah ke elpiji akan mencapai Rp 20 triliun di tahun 2007.

Namun, dengan kegagalan program ini, diperkirakan penghematannya tidak akan melebihi Rp 1,5 triliun. Bahkan, bila ditelusuri dan dievaluasi secara mendalam, karena pelaksanaan di lapangan banyak terjadi penyimpangan maka nilai penghematan yang diperoleh kemungkinan bisa di bawah Rp 1 triliun.

Menurut Faisal, jika berbagai kendala tersebut hingga kini belum teratasi, terutama masalah ketersediaan tabung gas, dikhawatirkan pelaksanaan program konversi tahun 2008 juga akan meleset dari target. Saat ini, lanjutnya, rencana impor tabung kembali bermasalah, karena masih belum ada kesepakatan soal jumlah. [H-13]


Last modified: 2/1/08