
SP/Alex Suban
Menjelang Natal 2007 dan Tahun Baru 2008, pusat-pusat perbelanjaan mulai berhias diri dengan atribut Natal serta menggelar diskon (sale) untuk menarik minat pembeli, seperti halnya di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (12/12)
Setiap menjelang akhir tahun, pusat-pusat perbelanjaan ramai menggelar promosi dan "pesta diskon" besar-besaran. Selain untuk menghabiskan stok produk dagangan tahun itu, sekaligus juga untuk "mencuri" hati para konsumen yang baru saja mendapat Tunjangan Hari Raya, bonus tahunan, atau gaji di akhir tahun.
palagi ada semacam keinginan dari cukup banyak warga untuk tampil baru di tahun baru. Itu berarti harus dipersiapkan sejak akhir tahun. Membeli berbagai produk baru untuk dipakai di tahun yang baru.
Di pusat perbelanjaan Senayan City, salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta yang menawarkan berbagai produk high-end, juga digelar program belanja khusus. Ada Midnight Sale dari 13 sampai 16 Desember 2007, lalu disambung dengan Post New Year Sale sampai 31 Januari 2008.
Direktur Operasional Senayan City, Leigh V Regan menjelaskan, "pesta belanja" itu diadakan untuk memberi kesempatan kepada konsumen untuk belanja di malam hari.
Leigh Regan juga menjelaskan, dengan diadakannya program belanja di malam hari setidaknya ada peningkatan sampai 30 persen jumlah pengunjung dibandingkan hari-hari biasa.
Untuk menemani para konsumen belanja, secara khusus pusat perbelanjaan itu menghadirkan hiburan DJ perfor-mance di atrium utama dan penampilan musik di Crystal Lagoon. Bahkan bagi pemegang kartu kredit dari bank tertentu, terdapat pula tambahan penawaran yang menarik. Ditambah lagi dengan adanya fasilitas parkir gratis dari pukul 21.00 sampai 24.00 WIB.
Selain Senayan City, masih banyak lagi pusat perbelanjaan lain yang menawarkan berbagai program belanja dengan diskon atau potongan harga yang bahkan sampai 70 persen dari harga aslinya. Para konsumen juga diiming-imingi dengan berbagai hadiah menarik bila berbelanja dengan jumlah minimal tertentu. Ada yang berupa hadiah langsung, dan ada juga yang mendapat kupon, kemudian diundi untuk mendapatkan hadiah yang harganya ratusan juta rupiah.
Hal itu bisa dilihat antara lain di Mal Kelapa Gading (MKG) yang dikelola PT Summarecon Agung Tbk. Menjelang akhir tahun dan sekaligus menyambut Natal, MKG menawarkan berbagai program belanja yang menarik. Apalagi, sejak 13 Desember 2007, hadir juga satu pusat belanja baru di MKG.
Pusat belanja baru itu adalah Star Department Store yang menempati lantai 1 dan 2 MKG 1, dengan total luas ruangan sekitar 10.000 meter persegi.
Star Department Store yang tampil dengan konsep easy shopping experience mempunyai tak kurang dari 300 gerai merek-merek ternama, mulai dari produk untuk kebutuhan wanita di lantai 1, sampai produk untuk pria, anak-anak, perlengkapan rumah, florist, dan gift wrapping di lantai 2.
Salah satu hal unik pusat belanja itu turut aktif berpartisipasi dalam kampanye pelestarian lingkungan. Selain menempatkan poster-poster bertema cinta pada bumi dan lingkungannya, setiap pengunjung dengan nilai pembelanjaan tertentu akan mendapat tas belanja yang terbuat dari material ramah lingkungan. Tas belanja itu diharapkan akan digunakan kembali setiap kali berbelanja, sehingga mengurangi pemakaian kantung plastik, yang sekaligus mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan. Di luar itu, sama seperti di mal, plaza, atau pusat perbelanjaan lainnya, hadiah-hadiah menarik juga ditawarkan untuk memikat warga berbelanja di akhir tahun.
Program-program menarik di pusat perbelanjaan itu tentu saja untuk menggaet konsumen. Bagaimana respons masyarakat? Ternyata cukup banyak yang tertarik memanfaatkan program belanja di akhir tahun itu. Salah satunya adalah Nadia Natasya (22 tahun). Nadia yang memang mempunyai hobi belanja ini diberitahu tantenya bahwa ada diskon akhir tahun di Debenhams Department Store, Senayan City.
Menurut informasi yang diberikannya, Debenhams Midnight Shopping mempromosikan "buy one get one free", hanya berlaku mulai pukul 21.00 hingga pukul 00.00 WIB. Hari pertama dengan dana Rp 800.000 ia memperoleh enam baju, sedangkan hari kedua dengan Rp 145.000 ia memperoleh empat baju. Dana itu merupakan uang pribadi dan tambahan uang dari ibunya.
Sementara Baikunia Muharammiokti Purboyo (22) yang akrab dipanggil Baikun, juga senang berbelanja di akhir tahun. Dia selalu memanfaatkan diskon akhir tahun di Sogo Kelapa Gading. Diskon itu dimanfaatkannya karena ia membutuhkan barang- barang.
Dana pribadi Rp 1,5 juta digunakannya untuk membeli baju, make-up, dan aksesoris. Ia memilih Sogo Kelapa Gading sebagai tempat berbelanja karena lengkap dan tidak jauh dari rumahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Setiap pembelanjaan Rp 500.000 ia memperoleh voucher Rp 50.000. Namun seperti diakuinya, voucher itu belum digunakannya.
Tak jauh berbeda dengan pengalaman Dian Lestari (22). Dian memanfaatkan diskon akhir di Matahari Margonda Town Square, Depok atau Centro Depok Town Square untuk memuaskan keinginannya berbelanja. Ia memperoleh diskon akhir tahun jika mengunjungi dua town square itu. Dana pribadi sebesar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 digunakannya untuk membeli baju dan underwear.
Perlu Perencanaan
Walaupun mungkin saja berbelanja di akhir tahun lebih menguntungkan karena adanya potongan harga yang cukup besar, namun konsultan perencana keuangan Ahmad Gozali dari Safir Senduk & Rekan mengajak masyarakat untuk tetap hati-hati.
Bagi karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulannya mungkin akan tersenyum lebar dalam beberapa hari ke depan. Apalagi jika karena tunjangan hari raya atau bonus akhir tahun yang besarannya mulai satu hingga dua kali gaji, tergantung "kemurahan hati" perusahaan.
Nafsu belanja pun meninggi karena memang memiliki uang dalam jumlah banyak. Ditambah lagi dengan "rayuan maut" pusat perbelanjaan yang menawarkan diskon gila-gilaan.
Tapi, seperti dikatakan Ahmad Gozali, kita perlu hati-hati dengan keinginan untuk terus berbelanja. Sebaiknya, perlu dibuat perencanaan yang baik sebelum mulai berbelanja. "Jangan tunggu dapat uangnya (THR atau bonus - Red.) baru membuat perencanaan," kata Ahmad Gozali.
Menurut dia, biasanya orang jika sudah memegang uang dalam jumlah banyak gagal menerapkan perencanaan. "Kalau sudah pegang uang tak bisa lagi menghitung pengeluarannya," ujarnya.
Itulah sebabnya menurut Ahmad Gozali, agar uang THR dan bonus dapat dimanfaatkan secara optimal. maka belanja perlu dikelompokkan menjadi tiga hal. Ketiga hal itu adalah untuk kebutuhan hari raya, untuk kebutuhan keluarga yang tidak terbeli pada hari-hari biasa, dan yang terakhir belanja untuk kebutuhan pribadi yang tidak terbeli sebelumnya.
"Menghabiskan uang THR atau bonus dengan berbelanja atau untuk bersenang-senang boleh-boleh saja. Tetapi harus bisa memperhitungkan dengan baik, sebab mungkin saja ada kebutuhan yang cukup besar yang bakal tidak tertanggulangi hanya dengan gaji . Misalnya anak sekolah. Jadi hati-hati dalam menggunakan THR atau bonus, karena tak selamanya kita bisa mengadalkan gaji," papar konsultan untuk berbagai lembaga keuangan.
Gozali juga menegaskan agar jangan sampai kegiatan pembelanjaan jauh lebih besar daripada uang yang diperoleh dari THR atau bonus sehingga harus ditutup dengan pendapatan tetap. Misalnya berlibur ke Bali menghabiskan uang sampai Rp 5 juta, padahal bonus yang diterima hanya Rp 2 juta.
Pengasuh rubrik keuangan di sejumlah media seperti tabloid Wanita Indonesia dan Bisnis Uang juga mengingatkan untuk mengevaluasi keuangan rumah tangga sepanjang tahun ini. Apakah terjadi surplus atau defisit. "Hal itu bisa terlihat dari jumlah tabungan Anda, apakah bertambah atau berkurang. Jika bertambah berarti investasi yang Anda lakukan sudah bagus, tetapi kalau berkurang itu artinya Anda harus lebih berhati-hati," ungkapnya.
Selain itu, meski di tahun 2008 diperkirakan inflasi akan lebih rendah dari tahun ini, tetapi masyarakat harus tetap berhati-hati dalam perencanaan keuangan. Apalagi mengingat adanya rencana kenaikan bahan bakar minyak.
"Masyarakat harus hati-hati dan memikirkan perubahan dalama hal penggunaan alat transportasi. Mungkin sudah mulai membiasakan menggunakan alat transportasi masal atau mengganti mobil dengan yang baru yang lebih hemat," kata Ahmad Gozali lagi. [IGK/W-10/B-8]