SUARA PEMBARUAN DAILY

Anak-anak Roy Membawakan Kitab Doa

Sudah seminggu Roy Marten menghuni sel tahanan Polwiltabes Surabaya sejak ditangkap Satuan Reskoba di Hotel Novotel Surabaya, Selasa (13/11) lalu. Roy melalui hari-harinya dengan berbagai aktivitas, mulai dari pemeriksaan hingga kunjungan anak-anak serta simpatisannya.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (14/11) pekan lalu, Roy wajib mengganti pakaiannya dengan baju tahanan. Ia harus menjalani agenda pemeriksaan maraton yang dilakukan penyidik Unit III Narkoba Polwiltabes Surabaya yang dipimpin AKP Totok Sumaryanto.

Kunjungan kedua anaknya, Gading dan Galih Martin, pada Senin (19/11), merupakan kunjungan yang paling berkesan bagi Roy. Bahkan Roy sempat mencucurkan air mata saat memeluk kedua anaknya. Wajahnya tampak gembira saat dikunjungi anaknya, meski Gading sempat mengancam akan mengikuti jejak ayahnya jika tertangkap lagi menggunakan narkoba.

"Ini merupakan yang terakhir. Jika nanti Papa terjerat kasus narkoba lagi, saya akan ikut ke penjara. Tapi itu saya sampaikan sambil guyon, biasa seperti kalau guyonan di rumah," kata Gading Martin.

Gading mengungkapkan perasaannya setelah beberapa hari tak bertemu Roy. "Sedih sekali, namun kangen," katanya, setelah bertemu sekitar satu setengah jam lebih. Gading dan Galih membawakan Kitab Doa yang dibeli di Semarang.

Gading sempat menyampaikan permintaan kepada ayahnya, setelah keluar dari sel agar tidak mengulangi kasus yang sama. "Amit-amit, saya tidak mau membayangkan hal seperti itu. Masak sampai tiga kali kena kasus yang sama," ujarnya.

Sekalipun sangat gembira bisa bertemu Gading dan Galih, tetapi pemeran utama Cintaku di Kampus Biru itu mengaku lebih bahagia jika berjumpa dengan keluarga di luar tahanan. Ia berjanji tak akan berbuat dosa dan mengecewakan keluarga lagi. "Saya tidak akan mengecewakan mereka lagi dan tidak akan berbuat dosa lagi. Saya tidak ingin dicap sebagai pembohong," katanya, dengan wajah yang lebih ceria.

Roy sempat melarang keluarganya menjenguk. Namun, kedatangan dua anaknya tidak mampu ia bendung. "Lha bagaimana? Mereka sudah datang ke sini. Sebenarnya lebih senang keluarga tidak datang kesini. Saya tidak ingin merepotkan mereka lagi," katanya.

Lebih "Hidup"

Mengenai ketidakhadiran istrinya, Anna Maria, Roy meminta agar Anna tak usah ikut menjenguk. "Janganlah, cukup mereka saja. Biar anak-anak yang datang. Sudah cukuplah," kata Roy.

Sejak tertangkapnya Roy Marten, suasana Ruang Satuan Reserse Narkoba Polwiltabes Surabaya berubah drastis. Ruang itu kini jadi lebih "hidup". Tak hanya wartawan yang datang untuk meliput perkembangan berita Roy Marten, ibu-ibu pun rela naik ke lantai V Gedung Sat Reskoba Polwiltabes, demi melihat dari dekat sosok aktor yang sudah banyak membintangi film maupun sinetron itu.

Ruang Sat Reskoba yang biasanya pada malam hari terlihat lengang, menjadi ramai. Kasat Reskoba Polwiltabes AKBP Abi Darrin mengatakan, ruangnya sempat menjadi tempat melepaskan lelah. "Pada malam pertama hingga pukul 03.00 dini hari, beberapa wartawan infotainment tertidur di lantai ruangan saya," ia menjelaskan.

Setelah "libur" dua hari dari penyidikan polisi, pengakuan Roy Marten mulai dikronfrontasi dengan pengakuan keempat tersangka lainnya, yakni A Hong, Didit, Winda, dan Fredy, Selasa (20/11). Keempat tersangka itu ditangkap bersamaan dengan Roy Marten.

Kasus narkoba yang menjerat aktor senior itu merupakan kali kedua setelah sebelumnya ditahan sembilan bulan di LP Cipinang Jakarta. Kasat Reskoba Polwiltabes Surabaya, AKBP Abi Darrin mengatakan, pengakuan para saksi yang juga tersangka saja sudah cukup menjadi bukti untuk menjerat Roy Marten sebagai tersangka dalam kasus itu, sekalipun ada bantahan dari Roy Marten.

Polisi akan menerapkan tiga pasal dalam UU Nomor 5/1999 tentang Psikotropika, di antaranya Pasal 62 tentang kepemilikan SS (sabu-sabu, Red) dan sejenisnya, Pasal 71 (persekongkolan untuk memiliki dan mempergunakan SS), serta Pasal 60 (penggunaan SS atau sejenisnya secara melawan hukum). [Edi Soetedjo]


Last modified: 28/11/07