[BANDUNG] Kepala Survei Sumber Daya Alam Darat (SSDAD) Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Agus Herawan Atmadilaga menyatakan pihaknya sudah menyelesaikan pembuatan 38 peta rawan bencana gunung api di Indonesia.
"Dalam peta dibuat peta pengungsian saat gunung meletus," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/11).
Menurut Agus, penyusunan peta itu sendiri sudah dilakukan semenjak tahun 2005 dengan melibatkan Departemen Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi dan Geofika (BMG) serta Badan Geologi.
"Prioritas untuk gunung yang api yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama yang tidak jauh dari pemukiman atau tempat wisata," ujarnya.
Hingga saat ini, jumlah gunung api aktif di Indonesia seluruhnya berjumlah 129 gunung api. Namun, tidak semua dibuat petanya terkait dengan masalah prioritas.
Pada 2007, katanya, sudah ada 10 peta gunung api, seperti Gunung Tandikat, Raung, Slamet, Talang, dan Anak Krakatau. "Memuat berbagai informasi, termasuk lokasi pengungsian maupun sejarah geologi dari gunung api," tandasnya.
Diharapkan peta ini dapat menjadi panduan masyarakat untuk menyelamatkan diri dari ancaman letusan gunung api. Meski demikian, peta itu juga dapat digunakan untuk ancaman bencana lain seperti gempa bumi, banjir, hingga tsunami. [153]