SUARA PEMBARUAN DAILY

Isu Tsunami di Bengkulu

Tak Ada Teknologi Dapat Deteksi Gempa

[JAKARTA] Sangat disayangkan adanya imbauan yang di- sampaikan Bupati Muko-Muko Ichwan Yunus kepada warganya agar mengungsi pada tanggal 20 Desember 2007 karena mendengar isu akan terjadi gempa besar 8,5 skala richter (SR) dan tsunami pada tanggal 23 Desember mendatang. Imbauan itu akan menimbulkan kepanikan dan dapat mengganggu perekonomian di daerah.

"Hingga sekarang belum ada pakar dan teknologi yang dapat mendeteksi akan terjadi gempa di satu daerah pada tanggal tertentu. Itu kami sanyangkan imbauan bupati agar warganya mengungsi. Ini dapat mengganggu perekonomian di daerah," kata pakar dan peneliti masalah tsunami, Dr Subandono Diposaptono kepada SP di Jakarta, Rabu (28/11).

Subandono terlibat aktif dalam penelitian tsunami bersama International Tsunami Survey Team di Aceh pada tahun 2004 dan anggota peneliti tsunami pada Earthquake and Tsunami Disaster Mitigation Technologies and Their Integration for the Asia-Pacific Region pada tahun 200-2002.

Beberapa kali Subandono mengingatkan, imbauan mengungsi hanya berdasarkan isu dan rumor ini akan menimbulkan kepanikan di antara warganya. Warga akan panik, nelayan tidak berani melaut. Semua itu pada ujungnya akan mengganggu perekonomian di daerah tersebut. Karena nelayan tidak melaut, terjadi kelangkaan ikan sehingga harga ikan melonjak.

Dikatakan, wilayah Bengkulu memang termasuk daerah rawan gempa. Warga dan pejabat setempat harus paham dan menyiapkan sarana penampungan jika terjadi gempa dan membuat jalur evakuasi bila ada gempa diikuti tsumani. Dengan fakta tersebut, memang warga harus selalu waspada dan paham, harus bagaimana jika terjadi gempa. Namun, kapan gempa itu akan terjadi, tidak bisa dideteksi.

"Langkah pejabat setempat sudah bagus menyiapkan sarana penampungan gempa dan membuat jalur evakuasi serta peralatan untuk memberikan peringatan jika terjadi gempa diikuti tsunami. Dengan begitu, warga menjadi waspada. Namun, jangan sampai antisipasi ini menimbulkan kepanikan yang berlebihan," katanya.

Antisipasi

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin mengatakan, menghadapi isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Provinsi Bengkulu pada 23 Desember mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah mobil tangki air bersih.

"Kita sudah menyiapkan ribuan tenda dan sejumlah tangki air bersih untuk mengantisipasi isu gempa dan tsunami yang akan terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang. Ini dilakukan bukan kita percaya sepenuhnya atas isu akan gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember nanti, tapi ini sebagai langka awal persiapan Bengkulu menghadapi bencana," katanya.

Pemprov juga sudah menyiapkan sejumlah beras dan berbagai kebutuhan lain untuk kebutuhan para korban bencana. Tenda, mobil tangki air, dan beras tersebut segera disalurkan ke sejumlah daerah tingkat II di Bengkulu yang berpotensi terkena dampak parah bila terjadi gempa dan tsunami di Bengkulu 23 Desember mendatang, seperti Kabupaten Bengkulu Utara, Muko-Muko, Kota Bengkulu, Seluma, dan Kabupaten Kaur.

Dari pantauan SP di Kota Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir sebagian besar warga Kota Bengkulu yang tinggal di pesisir pantai mulai mengemas barang-barang berharga mereka.

"Semua barang berharga kami sudah dikemas dan dititipkan di rumah saudara yang aman dari tsunami. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kalau isu gempa besar dan tsunami benar-benar terjadi di Bengkulu 23 Desember mendatang," ujar Tarmidi (38), warga Kelurahan Pasar Pantai, Kota Bengkulu. [143/M-11]


Last modified: 28/11/07