
[JAKARTA] Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks/HDI) Indonesia berada di urutan ke-107 dari 177 negara yang dipublikasikan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Pembangunan (United Nation Development Programe/UNDP), Selasa (27/11). Dalam laporan tersebut Indonesia memperoleh indeks 0,728.
Meskipun HDI Indonesia ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 0,711, ternyata tidak cukup membantu Indonesia memperbaiki posisinya. Dilihat dari HDI negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang masuk menjadi anggota ASEAN, Indonesia hanya menduduki peringkat ketujuh dari sembilan negara yang dipublikasikan.
Peringkat teratas di ASEAN dipegang Singapura yang menduduki posisi ke-25 dengan HDI (0,922), disusul Brunei Darussalam di urutan ke-30 (0,894), Malaysia di urutan ke-63 (0,811), Thailand urutan ke-78 (0,781), Filipina urutan ke-90 (0,771), dan Vietnam di posisi ke-105 (0,733).
Butuh Konsep Jelas
Indonesia hanya berhasil mengungguli dua negara kecil seperti Kamboja yang menempati urutan ke-131 (0,598) dan Myanmar di peringkat ke-132 (0,583). Laporan UNDP tersebut juga menampilkan usia harapan hidup manusia Indonesia mencapai 69,7 tahun.
Terkait dengan itu, Indonesia diharuskan punya konsep jelas ke depan untuk pelayanan kesehatan. Tak adanya pelayanan publik yang memadai menjadikan Indonesia pada posisi terendah dalam masalah pembiayaan kesehatan.
Hal itu mengemuka dalam diskusi publik bertema "Pembiayaan Kesehatan untuk Masyarakat Miskin dan Pelayanan Publik" yang diadakan di Jakarta Design Center (JDC) pada 27 November 2007. Anggota Komisi IX DPR, H Hakim Sorimuda Pohan dalam kesempatan itu mengatakan, pelayanan kesehatan di Indonesia harus low cost, high coverage, dan high quality."
Anggota Dewan Eksekutif, Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS), Tini Hadad, DPR dan pemerintah cenderung saling melempar bola untuk isu kesehatan. Proses amendemen berlangsung selama tujuh tahun tanpa adanya pengesahan dan penyelesaian masalah. [UNDP.org/HST/E-7]