
Percaya atau tidak, baju bodo yang merupakan busana khas Sulawesi Selatan, ternyata merupakan salah satu busana tertua di dunia. Paling tidak begitu menurut salah seorang perancang busana terkenal Indonesia, Oscar Lawalata.
Perancang busana itu menjadi salah satu peserta Festival Busana Nusantara 2007 yang akan diadakan di Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali, pada 16-17 November 2007. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sebagai penyelenggara kegiatan ini, ingin menjadikan busana sebagai daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara (wisman) dan khususnya wisatawan nusantara (wisnus). Busana-busana yang ditampilkan, antara lain busana tradisional upacara dan pesta adat, busana tradisional sehari-hari, dan busana kontemporer atau modifikasi pakaian tradisional adat.
Bali dipilih sebagai tempat festival tahun ini karena elemen dasar di Bali telah memenuhi standar wisata. Penduduk lokal, sarana transportasi, dan sarana-sarana umum lainnya mendukung acara-acara bertema pariwisata seperti ini. Selain itu, acara-acara serupa juga telah diadakan di berbagai daerah di Indonesia.
Oscar Lawalata akan menampilkan baju bodo dan tenun ikat Makasar yang telah menjadi ciri khasnya sejak lama. Dimulai pada tahun 1999 di Singapura, ketika ia mendapat juara kedua untuk Asean Young Designer Contest dengan mengusung tema yang sama.
"Baju bodo itu adalah salah satu baju tertua di dunia. Dan dunia internasional belum mengetahuinya," ujar Oscar pada konferensi pers di hotel Le Meridien, Jakarta, akhir pekan lalu.
Karena itu, menurut Oscar, Indonesia perlu mempopulerkan budaya busana tradisional melalui ajang-ajang seperti ini. Tetap perlu adanya kesadaran dan kecintaan dari orang Indonesia untuk memakai pakaian tradisional ini. Kurangnya kesadaran dan kecintaan itu merupakan penghambat bagi perkembangan busana tradisional di Indonesia.
Masyarakat yang kurang menghargai budaya bangsa dan kurang memperoleh informasi tentang budaya dari daerah-daerah lain, juga menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama-sama. Sebelum pada akhirnya, dapat diperkenalkan pada negara-negara lain. Selain Oscar, ada beberapa desainer lainnya yang ikut menggelar busana-busana tradisional. Nita Azhar dengan rancangan batik Djogja Vaganza, Ali Charisma dengan Down To Earth, Merdi Sihombing dengan Melayu Sumatera Utara, Tjok Abi dengan Gending Swargaloka, dan Sofie dengan kain krawang gayo lues etnich androgyn.
Festival yang mulai diadakan tahun lalu, mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat dalam dan luar negeri. Meskipun hanya berlangsung selama dua hari karena keterbatasan waktu dari para desainer, tapi diharapkan acara ini akan menjadi program rutin tahunan dengan tempat penyelenggaraan yang berbeda-beda. [*/B-8]