
[JAKARTA] Tim "Merah Putih" Indonesia tinggal membutuhkan tambahan nilai empat untuk lolos ke putaran final Kejuaraan Asia U-17 (di bawah 17 tahun) 2008. Kubu Indonesia menargetkan, nilai itu bisa digapai dalam pertandingan melawan Vietnam dan Kamboja pada kualifikasi Grup F Kejuaraan Asia U-16 di Stadion Lebak Bulus, Sabtu (3/11) dan Senin (5/11) mendatang.
Sebelum menghadapi dua pertandingan yang menentukan tersebut, di tempat yang sama pada Selasa (30/10) sore ini mulai pukul 18.15 WIB, Indonesia lebih dahulu akan menghadapi lawan terberat, Jepang.
"Sebenarnya kalau bicara jujur dengan melihat peta kekuatan, kita mau curi empat poin saat menghadapi Vietnam dan Kamboja. Melawan Jepang, menahan imbang saja sudah merupakan hasil luar biasa. Jepang adalah tim yang lebih matang dibandingkan tim Indonesia. Kita butuh dukungan moral. Saya berharap para pemain tetap berkonsentrasi dalam setiap pertandingan," kata manajer tim Indonesia, Ferry Paulus kepada SP, Selasa (30/10) pagi.
Bila Indonesia mampu menahan imbang Jepang, hal itu semakin mengamankan posisi tuan rumah untuk lolos ke putaran final Kejuaraan Asia U-17 2008. "Secara teknis, Vietnam dan Kamboja bisa kita kalahkan. Yang jelas, dari tiga pertandingan sisa ini, Indonesia menargetkan bisa mencapai nilai 12, syukur kalau bisa 13 dengan bermain imbang lawan Jepang," ujar dia.
Dia tidak memungkiri kalau tiga pertandingan tersisa yang akan diarungi tim asuhan pelatih Subangkit ini adalah pertandingan "hidup-mati" bagi tim Indonesia. Untuk itu, sebagai manajer tim, Ferry berharap adanya dukungan dari pecinta sepakbola, pengurus sepakbola, khususnya para sponsor untuk melakukan gerakan moral kepada para pemain.
Selain memberikan sumbangan kepada panti asuhan, Ferry menegaskan dirinya juga akan membuat gerakan kecintaan terhadap tim nasional, yaitu dengan menghadirkan penonton yang lebih banyak dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Subangkit menjelaskan, masa istirahat tim Indonesia yang hanya sehari sementara Jepang empat hari, tidak menjadi penghalang kalau para pemainnya memiliki semangat dan motivasi yang tinggi.
Akan tetapi, ada faktor yang lebih mengkhawatirkan dan akhirnya membuat Subangkit harus melakukan rotasi pemain saat menghadapi Jepang, yaitu dengan cederanya sejumlah pemain inti Indonesia. [F-4]