[AMBON] Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku harus kompak dan jangan sampai pecah karena nanti masyarakat juga pecah. Begitu juga para bupati harus bekerja sama dengan seluruh rakyat. Para raja juga harus membina rakyatnya. Pembinaan yang terbaik adalah meningkatkan kesejahteraan.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada wartawan di Ambon, Senin (29/10), seusai menerima gelar Ulupatu. "Maluku sangat berarti bagi Indonesia dan dunia. Zaman dulu Maluku dicari oleh bangsa-bangsa di dunia," katanya.
Bangsa asing, lanjutnya, tidak mencari Jawa atau Sulawesi. Mereka mencari Maluku karena potensi yang dimiliki daerah ini dan kondisi itu jangan sampai pudar.
Maluku tetap harus menjadi perhatian bangsa-bangsa di dunia. Caranya adalah mengembangkan potensi yang ada, tidak hanya sumber daya alam, sumber daya manusia tetap menjadi perhatian. Adat-istiadat yang merupakan kearifan lokal bisa menjadi pendorong untuk terus maju.
"Adat jangan dijadikan sebagai peradaban masa silam. Jika hal itu yang terjadi maka adat tak ubahnya sebagai pewaris museum. Adat mengajarkan untuk saling menghormati," katanya.
Namun Wapres mengingatkan, tidak jarang adat dan agama justru dijadikan alat untuk tujuan yang tidak baik. Hal itu terlihat nyata pada konflik yang terjadi beberapa tahun silam. Peristiwa itu menjadi pengalaman pahit dalam upaya bangkit kembali dari ketertinggalan.
Adat dan agama seharusnya dijadikan kekuatan besar dan jiwa dari seluruh warga untuk kemajuan. "Jiwa yang selalu menjadi pelopor untuk maju. Apa pun ajarannya, ajaran bangsa, ajaran agama, mengharapkan orang sejahtera," katanya. [VL/A-21]