[PADANG] Pemerintah Kota (Pemkot) Padang mengajukan permohonan bantuan dana Rp 120 miliar kepada Menteri Negara Perumahan Rakyat, guna merealisasikan pembangunan 15 unit rumah susun (rusun) di Kota Padang. Setiap unitnya membutuhkan dana sekitar Rp 8 miliar. Demikian dikatakan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar di Padang, baru-baru ini.
Rusun ini merupakan jawaban atas persoalan relokasi warga korban abrasi di sepanjang Pantai Padang dan longsor di Bukit Padang.
Data yang diterima Pemkot Padang menyebutkan, bencana abrasi sejak beberapa bulan terakhir di kawasan pasir Parupuk Tabing Padang mengakibatkan 11 unit rumah warga hancur dan 31 unit rumah lainnya terancam ambruk. Sedangkan pada tahun 2006 lalu rumah warga yang rusak akibat abrasi sekitar 200 unit.
Dengan dibangunnya rusun ini, diharapkan nantinya warga sekitar pantai tidak lagi mengalami musibah abrasi pantai dan gelombang pasang dan rusun ini sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bumper tsunami. Bangunan tersebut, diprioritaskan untuk masyarakat Kota Padang yang masih menempati wilayah atau daerah yang rawan bencana.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kimpraswil Pemkot Padang, Muzni Zakaria mengatakan, sebelum dimulainya pembangunan rusun bagi warga korban abrasi pantai serta gelombang pasang, pihaknya akan melakukan pengkajian lebih dahulu.
Mulai pendataan jumlah warga, pen- dapatan serta lokasi. Pengkajian penda- patan warga penting untuk dilakukan, sebagai tolak ukur mengenai ukuran bangunan, sistem kepemilikan, dan harganya. [BO/M-11]