SUARA PEMBARUAN DAILY

IAEA: Teheran Perlu Kooperatif dan Transparan

[NEW YORK] Kepala Badan Pengawas Nuklir Internasional (IAEA) Mohamed ElBaradei, menilai penolakan Iran untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium atau menangguhkan pembangunan reaktor nuklir "patut disesalkan". Tetapi, Teheran masih dapat menyelesaikan perselisihan yang dipicu ambisi-ambisinya di bidang nuklir, apabila mau menghapuskan semua kecurigaan terhadap aktivitas-aktivitas nuklirnya.

Kesepakatan yang dicapai Agustus antara IAEA-Pemerintah Iran tentang kesediaan Iran bekerja sama penuh, menurut ElBaradei merupakan "langkah penting pada arah yang tepat".

Tetapi, ia menegaskan Iran perlu bekerja sama dan bersikap transparans. Itu merupakan kunci bagi la- poran yang akan disampaikan IAEA pada rapat dewan gubernur lembaga tersebut November, tentang kepatuhan Iran pada kewajiban- kewajiban yang dibuat IAEA menyangkut program nuklirnya.

Teheran hingga kini tidak kunjung bersedia mematuhi tuntutan yang diajukan Dewan Keamanan PBB serta IAEA untuk menghentikan pembangunan program pengayaan uranium serta reaktor penghasil plutonium. "Ini sangat disesalkan," kata ElBaradei kepada Majelis Umum PBB.

Selain dapat memproduksi bahan bakar, uranium yang diperkaya juga dapat dijadikan inti hulu ledak nuklir. Apabila dua program, yakni pengayaan uranium dan pembangunan rektor plutonium, sama-sama rampung maka Iran pun dapat membuat material senjata nuklir.

AS, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain menuduh tujuan utama Teheran adalah memproduksi bom nuklir. Tetapi Iran bersikeras bahwa aktivitas pengayaan uraniumnya untuk menghasilkan bahan bakar reaktor nuklir yang akan membangkitkan listrik.

Duta Besar Iran untuk PBB, Mohammad Khazaee, memperingatkan Majelis Umum PBB, bahwa sanksi-sanksi yang dijatuhkan AS pekan lalu hanya akan merusak negosiasi dan kerja sama antara Iran dan IAEA saat ini. "Iran hanya ingin menggunakan hak-haknya," kata Dubes Khazaee. [AFP/AP/E-9]


Last modified: 30/10/07