
sai mendapat pembekalan selama 3 bulan, Miss Indonesia 2007, Kamidia Radisti akan segera berangkat ke Sanya, Tiongkok, Rabu (31/10), untuk mengikuti pemilihan puteri sejagat, Miss World 2007. Meskipun mungkin tersisih di kontes pakaian pantai, Kamidia berani memasang target masuk 10 besar.
Setibanya di sana, perempuan yang akrab disapa Disti ini akan segera mendaftar untuk menjadi finalis dan mengikuti karantina selama satu bulan. Final pemilihan Miss World ke-57 ini akan digelar pada 1 Desember 2007. Disti mengaku telah siap untuk mengikuti ajang ini. Dia pun pasang target bakal masuk 10 besar, sehingga langkahnya untuk meraih mahkota Miss World semakin dekat.
"Karena saya adalah mantan atlet maka saya akan berusaha untuk bisa masuk ke 10 besar lewat penilaian pada olahraga. Setelah saya mendapat predikat Miss Sport, maka peluang saya untuk menjadi Miss World 2007 akan semakin besar," katanya di Jakarta, Senin (29/10).
Selama tiga bulan, jelas Disti, dirinya telah dibekali berbagai persiapan untuk mengikuti ajang ini, seperti pelatihan sport, gym, aerobic, sprint 100 meter, lompat jauh dan renang. Cabang olah raga tersebut nantinya akan dilombakan untuk memperebutkan predikat sebagai Miss Sport di ajang Miss World 2007.
Seperti kontes-kontes kecantikan lainnya, di ajang ini pun nantinya akan ada penilaian dalam pakaian pantai (beach beauty). Di kategori ini, Disti mengaku telah mempersiapkan pakaian renang terusan (one piece).
"Saya tahu dari tahun ke tahun selalu timbul kontroversi mengenai penilaian dalam pakaian pantai ini. Namun saya tetap harus mengikuti aturan main dari ajang internasional ini yang mengharuskan para finalisnya untuk tampil dengan menggunakan pakaian pantai. Tapi saya juga tidak mau membuat masyarakat Indonesia terluka dengan menggunakan pakaian yang dinilai bertolak belakang dengan budaya bangsa, karena itu saya memutuskan untuk menggunakan pakaian one piece," ungkap Mahasiswi Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran ini.
Sementara, untuk pakaian, sepatu dan aksesori yang akan dikenakan Disti pada grand final Miss World 2007 disponsori Sebastian Gunawan. Priyo Oktaviano untuk Desainer Award, Mel Achyar untuk Talent Night, Raden Sirait untuk kebaya, Yongki Komaladi mensponsori sepatu yang dipakai Disti, serta Elizabeth Wahyu menyediakan aksesori dan tas tangan.
Menurut puteri pasangan Djohar Malingan dan Ermin Sulistyowatie ini, salah satu alasannya mengikuti ajang ini adalah untuk membantu mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional. Karena itulah di ajang tersebut, nanti Disti berencana akan memainkan alat musik petik Sasando dari Nusa Tenggara Timur.
"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ternyata negara Indonesia masih kurang dikenal. Saya pun berharap dapat mempromosikan negara Indonesia sehingga akan lebih banyak orang tahu tentang Indonesia, bahwa Indonesia tidak cuma Bali, tapi juga banyak daerah dan kebudayaan yang indah dan unik. Di antaranya kesenian daerah NTT," tutur perempuan kelahiran Surabaya pada 23 Februari 1984 ini.
Untuk mendapatkan pembekalan mengenai pariwisata dan budaya Indonesia, Selasa pagi, Disti bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik di kantornya. Meski demikian, Disti mengaku selama menjabat sebagai Miss Indonesia 2007 sejak Juli lalu, dirinya telah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia, seperti Manado, Padang, dan Medan.
"Dengan mengunjungi daerah-daerah di Indonesia saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan secara langsung mengenai potensi yang dimiliki Indonesia. Pengalaman itu tentu akan menjadi bekal bagi saya nanti di ajang Miss World untuk mempromosikan pariwisata Indonesia," tandasnya. [Y-6]