SUARA PEMBARUAN DAILY

Kenaikan Harga Minyak

Pemerintah Siapkan Langkah Pengaman Dini

[JAKARTA] Pemerintah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dini terhadap perkembangan kenaikan harga minyak mentah internasional. Beberapa opsi disiapkan pemerintah di antaranya kemungkinan penambahan dividen BUMN jika APBN mengalami kesulitan.

Meski demikian, pemerintah memastikan APBN Perubahan 2007 dan APBN 2008 aman dan pemerintah tidak mengubah defisit anggaran dalam APBN. Di APBN-P 2007, defisit anggaran diasumsikan sebesar Rp 58,3 triliun atau 1,5 persen dari produk domestik bruto dan di APBN 2008 ditargetkan sebesar Rp 73,3 triliun atau 1,7 persen dari PDB.

"Semua perlu diantisipasi. Kalau menteri, tentu saja kemungkinan seperti masalah pembayaran dividen, mengenai kemungkinan dividen tambah jika APBN sulit," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Sofyan Djalil, menjawab wartawan usai rapat koordinasi terbatas mengenai asumsi makro ekonomi, Senin (29/10).

Sofyan menjelaskan, besaran dividen itu belum diputuskan karena masih dikaji. Tetapi, kalau harga minyak mentah internasional naik, Pertamina akan mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak tersebut. Meski begitu, sambungnya, semua BUMN harus meningkatkan efisiensi.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Boediono, mengatakan sejauh ini perkembangan indikator ekonomi berjalan pada kisaran yang ditetapkan pemerintah. Seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan dalam APBN 2008 pemerintah sudah mengantisipasi dengan menyiapkan dana cadangan umum bagi resiko perubahan asumsi makro ekonomi khususnya jika asumsi produksi minyak tidak sesuai target. Anggaran yang disiapkan itu sebesar Rp 7 triliun.

Ia memaparkan, salah satu yang menjadi resiko APBN adalah bila produksi minyak tidak sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN karena akan mempengaruhi penerimaan maupun pengeluaran. Sementara dalam APBN 2008, lifting minyak ditargetkan sebesar 1,034 juta barel per hari yang didorong dari produksi minyak di Blok Cepu.

"Waktu itu kita usulkan bagaimana kalau dimasukkan dalam APBNP saja, tapi komisi teknis dan ESDM tetap minta bahwa itu masuk ke APBN awal. Saya mengatakan beri kami semacam bantalan kalau terjadi short dari segi lifting. Itu yang mendapatkan sekitar Rp 7 triliun," kata Menkeu.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, Anggito Abimanyu, mengatakan antisipasi dini terhadap kenaikan harga minyak itu untuk tahun ini maupun 2008. [L-10]


Last modified: 30/10/07