SUARA PEMBARUAN DAILY

Triwulan III-2007

Laba Perbankan Nasional Naik

[JAKARTA] Laba perbankan nasional pada triwulan III 2007 cenderung meningkat. Dari beberapa bank yang sudah mempublikasikan laporan keuangannya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk rata-rata mencatat pertumbuhan laba di atas 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menanggapi kenaikan laba yang signifikan tersebut, analis perbankan, Ryan Kiryanto kepada SP di Jakarta, Selasa (30/10) mengatakan, kenaikan laba pada triwulan III sifatnya seasonal (musiman).

"Bank-bank pasti menggenjot kinerjanya di triwulan III, untuk mengejar target yang sudah ditetapkan di awal tahun," kata Ryan.

Selain itu, bank mengantisipasi perilaku dunia usaha pada triwulan IV yang pencairan kreditnya sudah mulai menurun dibanding dua triwulan sebelumnya, karena sudah memasuki akhir anggaran.

Senior Ekonom BNI ini menjelaskan, dari beberapa bank yang sudah menyajikan laporan keuangan, ada yang labanya tumbuh moderat, tetapi ada juga yang pertumbuhan labanya sangat signifikan.

Bank yang mencatat pertumbuhan laba moderat rata-rata yang portofolio kreditnya didominasi oleh kredit ke sektor korporasi. Sedangkan, bank-bank yang mencatat pertumbuhan signifikan, portofolionya lebih besar ke segmen usaha mikro kecil dan menengah serta konsumer.

"Bank yang portofolio UMKM-nya lebih dominan, pendapatan bunga bersih (net interest margin NIM)-nya lebih besar di atas 10 persen, sedangkan, bank yang portofolionya banyak ke korporasi NIM-nya hanya sekitar 6 persen," kata Ryan.

Dari sisi, pengelolaan risiko kredit juga lebih tersebar, sehingga rasio kredit bermasalahnya (non performing loan/NPL) lebih rendah. Dengan demikian penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) lebih rendah, sehingga otomatis laba meningkat signifikan.

Kinerja Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk dalam publikasi laporan keuangannya yang disampaikan Wakil Direktur Utama, Wayan Agus Mertayasa di Jakarta, Senin (29/10) menyebutkan, bank dengan aset terbesar itu membukukan laba bersih triwulan III-2007 Rp 3,2 triliun atau meningkat 165,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 1,187 triliun.

Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang mencapai 29,5 persen menjadi Rp 9,7 triliun dibanding sebelumnya Rp 7,5 triliun. Selain itu, pendapatan dari jasa dan fee (fee based income) juga tumbuh 26,2 persen menjadi Rp 2,6 triliun dari sebelumnya Rp 2 triliun.

"Perseroan juga berhasil mengendalikan biaya operasional," kata Wayan.

Dia mengatakan, pendapatan bunga bersih meningkat, karena spread (selisih) antara bunga simpanan dan bunga kredit makin melebar atau NIM dari 4,6 persen menjadi 5,7 persen.

Dalam menjalankan fungsi intermediasi, kredit yang disalurkan Bank Mandiri tumbuh 10,4 persen menjadi Rp 111,4 triliun. Sedangkan, dana pihak juga ketiga meningkat menjadi Rp 210 triliun dari sebelumnya Rp 194 triliun.

Dengan demikian, rasio penyaluran kredit dibanding dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 57,9 persen dari sebelumnya 55,9 persen. Sedangkan, rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun drastis dari 24,6 persen menjadi 12,4 persen dan NPL net turun menjadi 3,4 dari 13,6 persen.

Bank Niaga

Sementara itu, Bank Niaga dalam keterangan tertulis Presiden Direkturnya, Hashemi Albakri mengatakan, laba bersih konsolidasi (unaudited) pada triwulan III 2007 mencapai Rp 590 miliar atau meningkat 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 538 miliar.

"Pendapatan operasional yang didukung oleh tingginya net interest income/NII (pendapatan bunga bersih) karena biaya bunga turun. Selain itu, fee based income lebih tinggi ditambah keuntungan dari transaksi valuta asing serta kinerja treasury yang lebih baik," katanya.

Kendati demikian, terdapat kenaikan biaya cadangan kerugian sebesar 80 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Bank Permata

Laba PT Bank Permata Tbk dan PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) pada triwulan III-2007 meningkat signifikan. Bank Permata mencatat laba bersih sebesar Rp 377 miliar atau tumbuh 65 persen disbanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 288 miliar. Sedangkan, Bank Mayapada mencatat laba Rp 38,766 miliar atau Rp 21,60 per saham. Hasil yang dicapai itu meningkat 49,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp25,908 miliar atau Rp19,30 per saham.

Demikian keterangan tertulis kinerja dua bank yang diterima SP di Jakarta, Selasa (30/10).

Laba Bank Mayapada meningkat karena pendapatan bunga bersih perseroan naik 50,26 persen dari Rp 103,953 miliar menjadi Rp 156,197 miliar, sementara pendapatan operasional lainnya naik dari Rp 5,167 miliar menjadi Rp 6,262 miliar. Laba operasional bank meningkat 54,10 persen menjadi Rp 46,015 miliar dari sebelumnya Rp 29,860 miliar. [B-15]


Last modified: 30/10/07