SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 5 Februari 2012
Pencarian Arsip

Tunggakan Listrik di Semarang Rp 9 Miliar
Selasa, 21 September 2010 | 15:14

SEMARANG Tunggakan pembayaran tagihan listrik pelanggan di PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Semarang, Jawa Tengah, total mencapai hingga Rp 9 miliar lebih. Tagihan yang belum terbayar tersebut didominasi masih dari pelanggan rumah tangga.

Manager PLN APJ Semarang, M Harmasto kepada pers, Selasa (21/9) di Semarang, mengatakan, tingginya nilai tunggakan tagihan listrik belum dibayar itu memang cukup tinggi, yaitu lebih besar dari target. Pada tahun ini, pihaknya mentargetkan jumlah nilai tunggakan itu dapat turun hingga menjadi Rp 5 miliar.

APJ Semarang melakukan distribusi energi listrik ke masyarakat hingga ke wilayah Weleri, Kendal, Semarang Tengah, Barat, Timur serta Demak, Tegowanu dan Purwodadi. Dengan jumlah total pelanggan mencapai hingga 1.030.000 sebagian besar pelanggan rumah tangga.‘’Bagaimanapun pembayaran tagihan listrik yang menunggak sedikit banyak akan berpengaruh pada operasional PLN, karena itu harus segera dibayarkan,’’ tegasnya.

Ideal
Dikatakan, pelanggan tetap akan dikenai sanksi apabila membayar di luar batas akhir pembayaran. Tapi ironisnya, kadang jika petugas memperingatkan kewajiban membayar tagihan, pelanggan justru memarahi petugas.

Selain masalah tunggakan tagihan listrik, PLN juga mencatat masih terjadinya losses atau tingkat kehilangan energi yang cukup tinggi. Saat ini tingkat losses masih mencapai 7,51 persen diatas target yang diharapkan, yakni 7,41 persen ‘’Idealnya kita mengharapkan bisa menurunkan sekitar 2,5 persen dari tingkat losses saat ini, karena losses sendiri memang pasti terjadi baik karena pemanasan maupun sambungan yang tak tertutup rapat,’’ujarnya.

Namun, masalah tunggakan dan tingkat losses ini sejuah ini tidak mempengaruhi layanan PLN dalam hal pemasangan sambungan baru. Pasalnya, tercatat dari daftar tunggu sambungan baru sebanyak 23.000 pada awal tahun 2010, saat ini hanya tersisa 2.500 daftar tunggu yang belum terpasang.

Assiten Manager Pemasaran dan Niaga, Puguh Prihantoko menambahkan, kerugian akibat losses karena panas, sambungan liar, pencurian dan lain-lain cukup besar. Yakni sebesar 7,51 persen dari total aset PLN saat ini sekitar Rp2,3 triliun. [142]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN