SUARA PEMBARUAN DAILY

Kotak Hitam Adam Air Berhasil Diangkat

[JAKARTA] Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi kepada SP, Selasa (28/8) membenarkan, dua kotak hitam pesawat Boeing 737-400 Adam Air identitas PK-KKW dan nomor penerbangan KI 574 yang hilang di perairan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), 1 Januari lalu, berhasil diangkat dari dasar laut, Senin (27/8).

Dua kotak hitam yang ditemukan itu yakni yang berisi rekaman data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) dan rekaman suara di kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR). Keduanya langsung dibawa ke Amerika Serikat untuk diperiksa di pabrik pembuatnya, dan diharapkan hasilnya dapat diketahui dalam waktu satu minggu.

Namun Tatang belum bisa menjelaskan soal kondisi kotak hitam tersebut apakah data yang di dalamnya bisa dibaca atau tidak. "Penjelasan resminya akan disampaikan Menteri Perhubungan," ujar Tatang sesaat sebelum jumpa pers soal ditemukannya kotak hitam.

Penemuan ini dibenarkan juga oleh Head of Corporate Communication Adam Air Danke Dradjat, kepada SP, Selasa (28/8) pagi.

"Kami menerima informasi dari KNKT bahwa kotak hitam itu sudah berhasil diangkat kemarin sore. Tetapi informasi itu masih singkat dan belum mendetail," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pesawat Adam Air membawa 96 penumpang dan enam awak pesawat termasuk pilot saat mengalami kecelakaan. Pesawat Adam Air hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Manado, tepatnya ketika melintas di atas Makassar, 1 Januari 2007 sekitar pukul 14.53 Wita.

Hingga kini bangkai pesawat serta seluruh penumpang dan awaknya belum ditemukan. Sedangkan lokasi kotak hitam sebenarnya sudah ditemukan sejak 25 Januari lalu oleh Kapal United State Naval Ship Mary Sears. Namun sulit diangkat ke permukaan. Laporan penemuan lokasi itu sudah dilayangkan USNS Mary Sears ke Kedutaan Besar AS di Indonesia.

Ketika itu kapal Mary Sears berhasil mendeteksi pancaran sinyal underwater locator beacon (ULB) dengan alat towed pinger locator (TPL) di sekitar perairan Majene Sulawesi Barat. TPL merupakan alat tambahan yang didatangkan untuk Mary Sears dan mulai dioperasikan sejak 18 Januari lalu. Alat itu dilengkapi dengan kamera bawah laut hingga kedalaman 6.000 meter dari permukaan dan bisa menangkap sinyal ULB hingga 50 Mega Hertz. Saat itu Kapal Mary Sears menangkap pancaran sinyal ULB dari kotak hitam pesawat Adam Air di dua titik, yakni pancaran ULB dari FDR dan CVR). Titik pertama di kedalaman 6.000 kaki atau 2.000 meter dan titik kedua di kedalaman 5.800 kaki atau 1.933 meter.

Namun operasi pencarian terhenti, karena proses mengangkat kotak hitam perlu peralatan khusus. Proses pengangkatan kemudian dilanjutkan Kapal EAS milik perusahaan Phoenix International yang tiba di Makassar, Kamis (23/8) dan langsung memulai proses pencarian keesokan harinya.

Sementara itu, Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sato M Bisri yang dihubungi SP, Selasa (28/8) pagi enggan memberi keterangan tentang kepastian ditemukannya kotak hitam tersebut di perairan Rangas, Majene, Sulbar.

Setelah lima hari pencarian, kabar ditemukannya kota hitam pesawat Adam Air men- cuat, namun belum ada pihak di Makassar yang bersedia memberikan penjelasan. [Y-4/148]


Last modified: 28/8/07