[DENPASAR] Sebanyak delapan bakal calon gubernur (bacagub) Bali dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bersaing merebut rekomendasi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk mendaftarkan diri. Delapan bacagub tersebut terdiri dari empat dari nonkader dan empat lagi dari kader partai.
Empat bacagub dari nonkader adalah mantan Kapolda Bali yang kini menjabat Kalakhar Badan Narkotika (BNN) Komjen Pol Mangku Pastika, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Wayan Sudirta SH yang juga pengacara, mantan Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Wayan Wita dan Mayjen (Purn) Sang Swisma (Dirut Televisi Pendidikan Indonesia-TPI).
Sedangkan dari kader PDI-P yang muncul adalah AA Puspayoga (Wali Kota Denpasar yang juga mantan Ketua DPC Kota Denpasar), Adi Wiryatama (Bupati Tabanan), Gde Winasa (Bupati Jembrana) dan Ketua DPD PDI-P Bali Tjokorde Oka Ratmadi. Tiga kader PDI-P yang menduduki jabatan Wali Kota dan Bupati ini tipis kemungkinan masuk bacagub. Alasannya mereka tidak dibolehkan partai kecuali mendapat izin khusus dari Megawati.
Sementara informasi yang berhasil dihimpun SP Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDI-P Bali untuk pemilihan bacagub diperkirakan setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P yang berlangsung di Jakarta 8-10 September mendatang.
Wakil Ketua DPD PDI-P yang membidangi Bidang Humas, Adenan SE yang dikonfirmasi mengenai mengenai paket bacagub Bali yang masuk nominasi mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar. Sebab, proses Rakerdasus terkait bacagub Bali belum berlangsung.
Ketua KPUD Bali, AA Wisnumurti yang ditemui secara terpisah mengatakan, melihat hasil pemilu 2004 di Bali kemungkinan ada tiga calon dari partai politik yang bisa muncul yakni PDI-P, Partai Golkar, Koalisi Bali Dwipa (KBD). Sedangkan dari Partai Demokrat walaupun meraih 5 persen suara harus berkoalisi dengan partai kecil lainnya supaya bisa mencapai 15 persen. [137]