SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Sembako Naik Tak Wajar

[MALANG] Harga minyak goreng curah di kawasan pantai selatan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali melambung dari Rp 9.000 menjadi Rp 11.000 per kilogram (kg). Sedangkan minyak goreng kema-san, naik dari Rp 10.500 menjadi Rp 13.250 per liter. Warga cemas akibat harga sembako naik secara tidak wajar.

"Seluruh harga sembako naik, juga daging (ayam dan sapi), telur. Untuk telur ayam yang biasanya paling mahal Rp 6.250 hingga Rp 6.750 per kg awal Agustus lalu, secara bertahap sampai Senin (27/8) menjadi Rp 9.750 per kg," ujar Wakinah (52), pedagang di Pasar Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, sekitar delapan kilometer (km) utara Pantai Sendangbiru.

Kondisi yang sama juga diungkapkan Mardiono (50) pedagang sembako dan toko kelontong di Ampelgading, sekitar 30 km timur Kepanjen, Kabupaten Malang, berbatasan dengan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

"Iya mas, harga sembako menjadi heboh karena naik secara tidak wajar menjelang Ramadan dan Lebaran," ujarnya sambil menambahkan, dengan naiknya harga sembako dan barang-barang lainnya menjadikan barang dagangannya sepi pembeli.

Wakinah dan Mardiono berharap, pemerintah cepat bertindak dengan menggelar operasi pasar (OP) sambil melakukan inovasi pengendalian harga agar kembali ke tingkat yang terjangkau oleh masyarakat pedesaan.

"Para tokoh masyarakat di Kecamatan Ampelgading dan di Kecamatan Turen, juga mengaku heran dengan pernyataan politik pejabat pemerintah dan dewan di pusat. Masak kenaikan harga sembako yang sudah melebihi 50 persen masih saja dianggap wajar? Jangan asal njeplak saja, karena kami di desa sudah megap-megap," ujar Sukardi (40), guru di Bantur, Kabupaten Malang yang kebetulan membuka usaha toko sembako dan kelontong di rumahnya.

Menurutnya, kondisi perekonomian masyarakat pedesaan dalam dua tahun terakhir tidak malah lebih baik dibanding waktu-waktu sebelumnya. "Yah, saya juga ikut kecewa, mudah-mudahan ini tidak berlangsung terlalu lama," harapnya.

Harga sejumlah kebutuhan pkok rumah tangga, seperti ayam potong, telur ayam dan gula pasir produksi dalam negeri mulai merangkak naik di pasar-pasar tradisional di Surabaya, Senin (27/8). Ayam potong naik dari Rp 15.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg, telur ayam naik dari Rp 8000 menjadi Rp 9000 per kg, gula pasir produksi dalam negeri naik dari Rp 5.650 menjadi Rp 5.900 per kg.

Distribusi Lancar

Jumartin, pedagang di Pasar Kembang Surabaya mengatakan, sekalipun harga sudah mulai naik, tetapi kiriman dari sentra- sentra produksi tetap lancar dalam jumlah yang cukup banyak. Tidak ada kekurangan bahan- bahan kebutuhan pokok, memang harganya terus mengalami peningkatan setiap hari.

Kenaikan harga-hara setiap kebutuhan pokok, menurut Jumartin antara Rp 200 sampai Rp 300 per kg, bahkan ada yang setiap kali naik sampai Rp 500 per kg. Kenaikan harga tidak serempak, setiap hari ada saja harga barang yang naik secara bergantian. Keadaan ini terus berlangsung sampai memasuki bulan Puasa dan Hari Raya.

Kenaikan harga juga terjadi di Kota Bengkulu. Akibatnya, ibu-ibu rumah tangga di daerah semakin resah. Dari pantauan SP di Pasar Tradisional Panorama dan Baru Koto, Kota Bengkulu, Senin (27/8) harga barang kebutuhan yang terus bergerak naik, antara lain minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, ayam potong, dan beberapa barang jenis lainnya.

Harga minyak goreng curah tanpa merek dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.000 per kg, minyak goreng kemasan plastik dan botol merek tertentu dari Rp 13.000 menjadi Rp 167.500 per 2 kg, gula pasir dari Rp 5.800 menjadi Rp 6.200 per kg, dan ayam potong dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 21.000 per kg.

Harga tepung terigu kualitas I dari Rp 5.400 menjadi Rp 5.600 per kg, kualitas II dari Rp 5.200 menjadi Rp 5.300 per kg, telur ayam dari Rp 600 menjadi Rp 700 per butir, telur ayam kampung Rp 1.000 menjadi Rp 1.200 per kg, telur itik dari Rp 1.100 menjadi Rp 1.200 per kg.

Manan (45), pedagang di Pasar Panorama mengatakan, meskipun harga barang tersebut terus mengalami kenaikan, tapi stoknya di tangan para pedagang cukup banyak. "Meski terjadi aksi borong menjelang puasa, kita jamin barang tersebut tidak mengalami kelangkaan. Pasokan barang kebutuhan sehari-hari ke Bengkulu tetap lancar," ujarnya.

Kenaikan harga barang kebutuhan di Bengkulu sekarang ini bukan disebabkan stok terbatas dan permintaan meningkat, tapi karena harganya memang mengalami kenaikan dar Harga sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) di wilayah Serang, terus merangkak naik antara 10 hingga 50 persen. Hal ini membuat masyarakat semakin resah, karena kecenderungan semakin naiknya harga barang ini bisa sampai pada saat bulan ramadahan nanti.

Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Induk Rau, Awang, (35) mengatakan, kenaikan harga cabai merah terjadi setiap hari. "Dua pekan lalu harganya masih Rp 6.000 per kilogram. Namun setiap harinya naik Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kg, hingga sekarang harganya sampai Rp 12.000-Rp 15.000 per kg. [070/ES/BO/143/148/149]


Last modified: 28/8/07