[PAINAN] Hama tungro (sejenis serangga) menyerang tanaman padi di Pesisir Selatan (Pessel). Ratusan hektare (ha) sawah terancam puso (gagal panen). Di Kecamatan Lengayang, tercatat 51,6 ha tanaman padi terserang hama disusul Ranah Pesisir 16 ha, Lunang Silaut 1,75 ha, dan Basa Ampek Balai Tapan 2,5 ha serta beberapa kecamatan lain.
Koordinator Pengamat Hama Penyakit Pessel, Darmawinta kepada SP, Selasa (28/8) di Painan mengatakan, serangan hama tungro dinilai sangat mengkhawatirkan. Padi yang diserang akan mengalami gagal panen. Langkah penanganan dengan memusnahkan padi yang terserang hama dinilai cukup efektif. Hanya saja, di kalangan petani pemusnahan total masih kurang dipedulikan karena dianggab merugikan petaniu.
Pada musim tanam periode I lalu tercatat 147 ha tanaman padi di Pessel terserang tungro. 15,75 ha di antaranya mengalami puso. "Saat itu kita telah melakukan penanganan ke lapangan. Namun hasilnya belum maksimal, karena minimnya sarana pengendalian hama dan kita masih bergantung kepada Dinas Pertanian Provinsi," katanya.
Gejala padi yang diserang tungro terlihat dari pertumbuhan tanaman yang terhambat, kerdil dan jumlahnya akan terus berkurang. Selain itu, daun padi menguning sampai jingga, mulai dari pucuk ke arah pangkal. Tungro cenderung menyerang tanaman muda. Semakin muda umur tanaman terinfeksi, tanaman menjadi semakin kerdil dan produksinya semakin rendah. Bila tanaman tua yang terinfeksi, biasanya tidak menimbulkan gejala dan penurunan hasil, tetapi dapat menjadi sumber infeksi.
Selain tungro, saat ini 20 ha tanaman padi di Kecamatan Sutera, Pessel juga diserang hama tikus. Setiap ada laporan dari bawah terhadap antisipasi serangan hama, pihaknya segera melakukan penanganan.
Mengingat masih terbatasnya sarana pengendalian hama, dalam perubahan anggaran APBD 2007, pihaknya akan mengusulkan pengadaan beberapa sarana tersebut serta biaya operasional petugas. [BO/M-11]