SUARA PEMBARUAN DAILY

Dilempar Granat, Rumah Bupati Aceh Tenggara

SP/Arnold Sianturi

Sejumlah petugas memeriksa atap rumah Bupati Aceh Tenggara di Jl Kapten Muslim Gang Jawa No 110 Kecamatan Helvetia, Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang dilempar granat oleh orang tak dikenal, Senin (27/8) dini hari.

[MEDAN] Rumah pejabat Bupati Aceh Tenggara, Martin Desky, di Jl Kapten Muslim Gang Jawa No 110, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara (Sumut), dilempar granat oleh orang tidak dikenal (OTK), Senin (27/8) sekitar pukul 03.30 WIB.

Granat tersebut dilemparkan ke bagian atap rumah, sehingga hanya mengalami kerusakan kecil. Sementara korban jiwa akibat dari ledakan tersebut tidak ada. Pelemparan tersebut diyakini sebagai bentuk teror atas Martin.

Peristiwa itu mengundang anggota Gegana, penjinak bahan peledak (jihandak), tim antiteror, turun ke tempat kejadian. Serpihan granat ditemukan dari atas rumah Martin, kemudian dibawa untuk diperiksa di laboratorium forensik Polri.

Hasan, tetangga sebelah kanan rumah Martin mengatakan, suara ledakan di samping rumahnya terdengar sangat mengejutkan mereka. Saat itu, mereka sekeluarga sudah terlelap tidur. Mereka langsung keluar rumah saat mendengar ledakan tersebut.

Hasan mengetahui ledakan bersumber dari granat yang dilemparkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu dari pihak kepolisian yang turun melakukan penyelidikan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Nuruddin Usman memastikan, granat yang dilemparkan OTK ke atas rumah Martin jenis granat nenas. Motif dari pelemparan granat diyakini berkaitan dengan masalah di Aceh Tenggara.

"Tidak tertutup kemungkinan pelemparan granat ini berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Aceh Tenggara sembilan bulan lalu, yang sampai saat ini persoalannya belum selesai," ujarnya.

Seiring dengan kejadian ledakan itu, pihak kepolisian mengontak Martin, yang saat kejadian tidak berada di rumah itu. Menurut informasi, saat kejadian Martin berada di Aceh Tenggara.

Untuk mengatasi persoalan itu, Polda Sumut melakukan koordinasi dengan Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). "Koordinasi itu dilakukan sehubungan dengan persoalan pilkada di Aceh Tenggara, yang mungkin berkaitan dengan pelemparan granat ini," sebutnya.

Terus Diselidiki

Sampai Selasa siang, polisi masih menyelidiki. Sejumlah petugas antiteror disebarkan untuk melacak keberadaan pelaku penebar. Namun, sampai saat ini pelaku belum dapat teridentifikasi. "Sudah lima saksi yang dimintai keterangan, tiga anggota keluarga Martin dan dua lagi tetangganya," terang Kapoltabes Medan, Kombes Pol Bambang Sukamto.

Polisi tetap melakukan pengamanan ekstra ketat.

"Mulai dari jauh hari sebelumnya, objek vital di kota ini sudah dijaga ketat. Namun pengamanan ini bukan setelah kejadian pelemparan granat ini," ia men- jelaskan.

Pelemparan granat itu membuat masyarakat di kawasan Helvetia Medan, heboh. Masyarakat berduyun-duyun datang untuk melihat akibat dari kejadian itu. Kerumunan masyarakat yang mencapai ratusan orang tersebut membuat lalu-lintas di kawasan Helvetia Medan padat. [AHS/M-11]


Last modified: 28/8/07