[JAKARTA] Hari terakhir rencana pembongkaran rumah-rumah di kolong tol Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (28/8), tidak terlihat aktivitas pembongkaran. Beberapa warga yang ditemui SP menyatakan, tidak ada petugas yang akan melakukan penertiban.
Suasana di kolong tol Jembatan Tiga sendiri terlihat seperti keadaan normal, warga masih melakukan aktivitas mereka sehari- hari seperti biasa.
Menurut warga, saat ini mereka sedang menunggu pembongkaran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari beberapa warga yang ditemui, sikap keras para penghuni kolong tol yang tadinya menolak penertiban mulai melunak, bahkan mereka mengatakan, bersedia membongkar sendiri bangunannya jika uang kerohiman yang dijanjikan Pemkot Jakarta Utara telah diterima.
"Kami sadar lahan yang kami tempati ini bukan milik kami, makanya kami bersedia membongkar sendiri bangunan jika sudah menerima uang kerohinan," ujar Safri, salah seorang warga yang tinggal di kolong tol.
Ia menjamin, tidak akan ada perlawanan dari warga jika uang kerohiman sudah diterima.
Sementara itu, ada beberapa warga yang menolak pembongkaran. Nasir (40) mengatakan, ia akan bertahan di kolong tol atau minimal ia akan pindah di lahan kosong yang ada di samping tol. Sikap warga yang terpecah ini akibat lambatnya proses pendataan dan kepastian waktu pemindahan warga. [HBS/N-3]