SUARA PEMBARUAN DAILY

PM Shinzo Abe: Perombakan Kabinet untuk Pulihkan Kepercayaan

[TOKYO] Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan perombakan kabinet dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya. Perombakan juga dilakukan untuk melanjutkan reformasi yang diyakini akan membawa perbaikan di Jepang.

Pernyataan itu disampaikan PM Abe seusai mengumumkan perombakan kabinet di Tokyo, Senin (27/8). Menurut Abe, kabinet baru akan memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah skandal keuangan, perbaikan ekonomi, dan merebut kembali kekalahan yang terjadi dalam pemilihan Majelis Tinggi.

"Kita harus melanjutkan reformasi dan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi. Dengan kabinet baru ini, saya akan berjuang untuk merebut kembali kemenangan yang sempat hilang," tutur Abe.

Kabinet PM Abe sebelumnya mendapat sorotan publik karena diduga kuat terlibat dalam sejumlah skandal keuangan. Dalam perombakan kemarin, Menteri Luar Negeri Taro Aso ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokratik Liberal (LDP). Mantan Menlu Nobutaka Machimura ditunjuk untuk menggantikan Taro Aso.

Banyak kalangan menilai, kembalinya Machimura sebagai menlu menjadi aset politik penting bagi Abe. Machimura menjabat menlu di tengah krisis diplomatik antara Jepang dan Tiongkok pada 2005.

Dukungan

Menteri Sekretaris Kabinet yang baru, Kaoru Yosano (69 tahun) adalah tokoh kawakan di LDP. Dia mendapat banyak dukungan karena ikut menggiatkan reformasi pasar bebas. Yosano menggantikan Yasuhisa Shiozaki (56 tahun).

Fukushiro Nukaga, mantan menteri pertahanan era PM Koizumi, ditunjuk Abe sebagai menteri keuangan. Sedangkan menteri ekonomi sebelumnya, Masahiko Komura, mendapat posisi baru sebagai menteri pertahanan.

Tim kabinet baru PM Abe itu akan mendapatkan ujian utama dalam pekan ini di Majelis Tinggi. Ujian itu terkait rencana Abe untuk memperbarui undang-undang tentang keterlibatan Jepang dalam membantu operasi pasukan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.

Kelompok oposisi langsung berkomentar atas perombakan kabinet yang dilakukan PM Abe itu. "Satu-satunya kejutan adalah tidak ada kejutan," ujar Yukio Hatoyama, pemimpin senior Partai Demokratik.

Mizuho Fukushima, pemimpin sayap kiri Partai Demokratik Sosial melukiskan kabinet baru itu sebagai "asosiasi guru-orangtua murid bagi PM Abe". [AFP/Rtr/O-1]


Last modified: 28/8/07