SUARA PEMBARUAN DAILY

Merkel Minta Tiongkok Patuhi Peraturan Internasional

PM Jiabao Bantah Teori Ancaman Tiongkok

AFP/POOL

Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) mencoba permainan 'diabolo' saat berkunjung ke Taman Zhongshan, Beijing, Tiongkok, ditemani Perdana Menteri Wen Jiabao (tidak terlihat di foto), Senin (27/8).

[BEIJING] Kanselir Jerman Angela Merkel meminta Tiongkok untuk mematuhi aturan-aturan internasional dalam bidang perdagangan dan pembangunan. Permintaan Merkel itu disampaikan saat bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao dan Presiden Hu Jintao di Beijing, Senin (27/8).

Fokus pembicaraan Merkel, Jiabao, dan Hu adalah soal hubungan perdagangan antara kedua negara. Namun, masalah-masalah sensitif lain dibahas dalam pembicaraan itu. "Saya berdiskusi tentang hak asasi manusia (HAM) dengan para pemimpin. Menjelang Olimpiade Beijing 2008 digelar, dunia akan lebih melirik ke Tiongkok," ujar Merkel kepada wartawan. Pemimpin Jerman itu akan berada di Tiongkok selama tiga hari.

Pemerintahan komunis Tiongkok saat ini mendapat tekanan dari sejumlah kelompok hak asasi manusia. Para aktivis menginginkan ajang Olimpiade 2008 menjadi titik awal bagi kepedulian masyarakat terhadap kondisi HAM di Tiongkok.

Dukungan Tiongkok terhadap pemerintah di Sudan, yang dituding melakukan genosida di Darfur, menjadi salah satu perhatian masyarakat internasional. Merkel tidak menyebutkan apakah dalam pertemuan dengan Hu dan Jiabao masalah Darfur ikut dibahas.

Setelah satu jam bertemu Jiabao, Merkel mengatakan setiap negara memang memiliki hak untuk berkembang namun harus tetap mengikuti aturan internasional. "Saat ini ada negara besar seperti Tiongkok yang berkembang dengan pesat. Tapi, kita harus tetap mengikuti aturan permainan," tuturnya.

Merkel dan Jiabao juga membicarakan masalah hak atas kekayaan intelektual dan kualitas produk asal Tiongkok yang sedang disorot sejumlah negara.

Jalan Damai

PM Wen Jiabao langsung menanggapi permintaan Merkel untuk mematuhi aturan internasional itu. "Tiongkok selalu menempuh jalan damai. Tiongkok senang untuk bisa bekerja sama dengan semua negara dan tidak akan pernah mengancam negara lain. Jadi, sudah jelas kalau tidak ada yang namanya 'China Threat Theory' (Teori Ancaman Tiongkok)," ujar Jiabao.

Terkait dengan agenda perubahan iklim, PM Jiabao mengatakan negaranya akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah pemanasan global dan mengurangi polusi. Dia mengaku sulit untuk mencapai target itu tapi Tiongkok akan berusaha keras untuk mencapainya.

Senada dengan pernyataan PM Jiabao, Presiden Hu Jintao juga menyampaikan komitmennya untuk tetap peduli terhadap lingkungan. Menurut dia, penting untuk mewujudkan perluasan hubungan dagang dan kerja sama dalam ketersediaan energi terbarukan, meningkatkan kualitas udara, dan memperkuat kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi dengan negara lain.

"Mengembangkan hubungan Tiongkok dan Jerman yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati dan menguntungkan adalah harapan rakyat kedua negara. Juga penting untuk meningkatkan kerja sama yang kondusif antara Tiongkok dan Eropa serta mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia," tambah Hu.

Dalam kunjungan ke Tiongkok, Angela Merkel membawa 25 pemimpin perusahaan dan industri terkemuka dari Jerman. Kemarin, perusahaan asal Jerman, ThyssenKrupp Technologies AG, menandatangani nota kesepahaman tentang Zona Ekonomi dan Teknologi di Kota Nanjing. Melalui kerja sama itu, Kota Nanjing akan menjadi lokasi bagi proyek komponen mesin. Dua kontrak lain yang ditandatangani adalah tentang kerja sama lingkungan, teknologi, dan energi. [AFP/O-1]


Last modified: 28/8/07