Era globalisasi membuka peluang luas terjadinya proses akulturasi. Jika proses akulturasi akhirnya menghasilkan dominasi kebudayaan asing berarti musnahnya kekayaan budaya Indonesia. "Itu berarti pendangkalan budaya, yang pasti bermuara pada kehancuran budaya-budaya lokal dan akibatnya hilangnya jati diri bangsa," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) pada acara Dialog Budaya di Bogor, Sabtu (25/8) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik RRI bekerja sama dengan IPB dalam rangka memperingati HUT-ke 62 RRI tanggal 11 September 2007 dan Dies Natalis ke-44 IPB pada 2 September 2007.
Sebaliknya, demikian HB X, akulturasi yang membuahkan integrasi berarti menambah daya tahan serta mengembangkan identitas budaya masyarakat setempat.
Saling Menyapa
Upaya menghadapi budaya global, membangun karakter dan jati diri keindinesiaan melalui penguatan pusat-pusat budaya lokal sebaiknya ditempuh lewat pendekatan geo cultural. Pendekatan tersebut menekankan arti penting kemampuan tiap kelompok budaya untuk saling menyapa, mengenal dan saling memberi.
"Masyarakat etnik lain bisa mencontoh budaya malu dari Aceh. Setiap pejabat publik hendaknya merasa malu jika melakukan kesalahan dan siap mengundurkan diri. Budaya ini telah efektif dilakukan di Jepang, "tegasnya.
Sultan menambahkan, etnik lain juga bisa belajar dari kepedulian masyarakat lokal di Tatar Sunda,Jawa Barat. Dalam bahasa Sansakerta Sunda berarti air. Penamaan tempat dan sungai di Tatar Sunda,Jabar selalu dimulai dengan suku kata ci artinya air seperti Ciliwung, Cisedane, Citandui, Cianjur, Ciamis, Cisalak dan sebagainya..
Jadi air dalam kehidupan masyarakat Sunda adalah gambar hidup manusia sendiri. Jika sungai, hutan dan gunungnya gundul, manusiapun pasti rusak serta hancur. Enik lain juga bisa belajar dari etnik Minang tentang prinsip musyawarah yang dimiliki budaya Minang.
Di acara yang sama. Parni Hadi, Dirut Lembaga Penyiaran Publik RRI mengkritik masyarakat Indonesia yang mengagung-agungkan gelar. Padahal banyak gelar yang dipakai tanpa belajar tetapi dengan membeli. [HR/A14]