
Sungguh mengasyikkan berandai-andai menjadi seseorang yang memiliki kemampuan supranatural seperti dalam serial Heroes. Kemampuan luar biasa yang bisa digunakan untuk menolong orang lain, bahkan untuk membuat masyarakat hidup lebih baik. Namun, di balik berandai-andai itu, serial Heroes memang telah berhasil mengikat emirsa di berbagai belahan dunia, tidak hanya di Indonesia.
ejak serial ini pertama kali tayang di stasiun NBC, para penonton seperti sudah terhipnotis untuk tidak bisa meninggalkan setiap episodenya. Bahkan dalam setiap episodenya penonton pun rela duduk manis di depan televisinya, hingga pergi ke kamar kecil pun harus menunggu iklan meski sudah kebelet.
Penonton di Indonesia kini bisa menyaksikan Heroes di layar Trans TV, sebelumnya hanya mereka yang berlangganan televisi langgan saja yang bisa menyaksikan serial ini. Selain ini DVD untuk episode se-rial pertamanya pun su- dah banyak bermunculan di pasaran.
Heroes adalah serial drama televisi, karya Tim Kring, yang mengudara pertama kali di NBC pada 25 September 2006. Serial ini bercerita tentang beberapa orang yang berpikir kalau mereka adalah seperti kebanyakan orang sampai mereka disadari oleh kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki, seperti telepati, menjelajah waktu, dan terbang. Pada akhirnya mereka menyadari kalau keberadaan mereka untuk menolong sesama.
Ketika Heroes pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat, serial ini menjadi program yang paling digemari. Tayangan ini ditonton oleh 14,3 juta pemirsa dan menjadi rating tertinggi untuk kategori drama di stasiun NBC dalam kurun lima tahun terakhir.
Heroes memang menjadi serial yang berbeda dari serial lainnya. Serial ini menanyangkan kisah pahlawan fiksi yang memiliki kekuatan super. Namanya pahlawan mereka memiliki tujuan yang mulia, yak- ni menyelamatkan umat manusia.
Serial Heroes dilatarbelakangi sebuah penelitian tentang kemampuan khusus manusia, seperti teleportasi, terbang, atau penyembuhan seketika. Penelitian yang dilakukan oleh tokoh Mohinder Suresh ini menyebutkan kemampuan khusus ternyata didasarkan atas penurunan genetik. Mohinder Suresh kemudian berkeliling dunia untuk membuktikan dan menyempurnakan penelitiannya.
Dalam perjalanannya, Suresh bertemu dengan banyak mutan yang memiliki kemampuan khusus. Setiap mutan tampil layaknya manusia biasa, tidak seperti komik. Konflik mulai muncul ketika salah satu mutan mendapatkan visi masa depan di mana kota New York meledak. Suresh bersama mutan-mutan berjuang bersama untuk mengubah masa depan tersebut.
Dari sanalah kemudian cerita berkembang hingga memunculkan tokoh-tokoh yang lain seperti Noah Bennet, Claire Bennet, Simone Deveaux, D L Hawkins, Isaac Mendez, Hiro Nakamura, Matt Parkman, Nathan Petrelli dan lainnya.

Terkait
Tokoh-tokoh ini memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan diceritakan secara terpisah-pisah meskipun saling terkait. Baru nantinya mereka akan bertemu dan berkumpul untuk memerangi kejahatan yang lebih besar. Hal inilah yang mungkin mengunci penonton pada tayangan ini. Penonton terjebak pada rasa penasarannya hingga mau tidak mau terus mengikuti serial ini.
Keunggulan sosok pahlawan yang dihadirkan dalam Heroes adalah mereka dibungkus dalam sosok manusia biasa. Mereka merasa bukan seorang pahlawan hingga menyadari memiliki kekuatan super. Bahkan dalam perjalanannya sebagian dari mereka ingin menyangkal kekuatan super itu dan lebih memilih menjadi manusia biasa.
Para pemeran dalam serial ini memang menujukkan kemampuan aktingnya. Seperti misalnya Santiago Cabrera yang memerankan Isaac Mendez, meskipun pada awalnya dia adalah seorang pemain sepak bola, tetapi sepertinya dia berhasil memerankan Isaac Mendez. Hal yang sama juga dilakukan oleh Masi Oka yang memerankan Hiro Nakamura, Tawny Cypress (Simone Deveaux), Hayden Panettiere (Claire Bennet), Noah Gray Cabey (Micah Sanders), Adrian Pasdar (Nathan Petrelli) dan lainnya.
Tidak hanya pemain, sang sutradara pun layak mendapat pujian. Serial Heroes adalah hasil besutan Allan Arkush. Ia juga merangkap menjadi salah satu produser. Nama Allan Arkush dalam serial televisi bukanlah nama yang baru. Sejumlah karya-karyanya pernah kisa saksikan di layar televisi seperti L A Law, St. Elsewhere, Moonlighting, I'll Fly Away, Dawson's Creek, The Practice, dan Ally McBeal.
Arkush dikenal sebagai satu-satunya sutradara yang pernah mengarahkan Frank Sinatra dan Joey Ramone dalam Young at Heart. Kepiawaiannya menyutradarai serial televisi pernah membuat dirinya mendapatkan penghargaan Emmy Award dalam serialnya The Temptations.
Namun di balik itu semua mungkin sosok Tim Kring yang berperan besar dalam serial Heroes. Heroes merupakan hasil imajinasi Tim Kring. Kring sebelumnya memang banyak membuat cerita-cerita serial televisi. Beberapa serial televisi yang pernah di produseri Kring adalah Knight Rider, Chicago Hope, Strange World, L.A. Doctors, dan Providence. Ia pun menu- lis cerita untuk Crossing Jordan
Setelah sukses dengan Heroes musim pertamanya, renananya Heroes musim keduanya akan mulai tayang pada akhir September 2007 ini. Selain itu game Heroes pun akan muncul pada 2008 mendatang. Khusus untuk game saat ini se- dang dilakukan pembuatan karakter.
Serial Heroes memang menyajikan tayangan yang berbeda. Serial ini menggabungkan drama, aksi, serta fiksi ilmiah. Di Trans TV tayangan ini ditayangkan pukul 18.00 WIB, bersaing dengan tayangan-tayangan sinetron dan lainnya.
Namun begitu ternyata waktu tayang ini sempat dipermasalahkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Komisi yang berwenang mengawasi tayangan-tayangan televisi di Indonesia ini meminta stasiun televisi itu untuk mengubah jam tayang serial Heroes menjadi di atas pukul 22.00 WIB.
Dalam suratnya KPI menyebutkan serial itu mengandung muatan kekerasan serta memiliki alur cerita yang rumit dan imajinatif. Instansi itu menilai program itu hanya layak ditonton oleh penonton dewasa, dan tidak patut ditayangkan pada prime time yang berpotensi ditonton anak-anak. Selain itu, KPI Pusat juga memgaku menerima banyak masukan dari KPI Daerah dan masyarakat yang mengeluhkan program ini. [K-11]