
[JAKARTA] Juru Bicara Kepresidenan Andi A Mallarangeng menyatakan pengumuman nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang baru akan dilakukan dalam satu atau dua hari ini. Namun, tidak dijelaskan siapa orangnya yang akan ditetapkan sebagai Mendagri tersebut.
"Tunggu saja satu, dua atau tiga hari ini. Presiden yang akan memutuskan," kata Andi di Jakarta, Senin (27/8).
Andi tidak menjelaskan kepastian waktu dan siapa kemungkinan yang akan menggantikan Mendagri M Ma'ruf tersebut. Penegasan Andi tersebut juga tidak jauh berbeda dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Rajasa akhir pekan lalu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumumkan nama Mendagri pada Senin atau Selasa ini.
Menurut Hatta, Mendagri yang diinginkan Presiden Yudhoyono adalah sosok yang kredibel dan berpengalaman. Selain itu, katanya, Mendagri tersebut harus memiliki kompetensi dan jejak rekam (track record) yang memungkinkan menduduki posisi Mendagri.
Sejauh ini beberapa nama dari kalangan militer dan sipil men- cuat untuk menduduki posisi tersebut. Dari militer muncul nama Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Sekretaris Dewan Ketahanan Nasional M Yasin, dan mantan Gubernur Sulawesi Utara EE Mangindaan.
Sedangkan dari kalangan sipil adalah mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Ryaas Rasyid dan mantan Sekjen Depdagri Siti Nurbaya, yang kini menjabat se-bagai Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Tugas Berat
Berkaitan dengan wacana penggantian Mendagri ini, anggota Komisi II DPR asal wilayah pemilihan NTT II, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, tugas Mendagri pengganti ini akan sangat berat mengingat beban tugas yang padat dan mendesak untuk segera diselesaikan, seperti penyelesaian paket RUU Bidang Politik yang sudah sangat dinantikan masyarakat.
Karena itu, ia berharap agar orang yang dipilih nanti adalah betul-betul yang memahami tugasnya dan berkemampuan menyelesaikan agenda-agenda yang mendesak tersebut tepat pada waktunya.
"Mengacu pada kondisi itu, saya pribadi melihat bahwa ada sejumlah nama di Komisi II DPR yang layak dan cocok menjadi Mendagri, seperti Pak EE Mangindaan atau mungkin juga Priyo Budi Santoso. Keduanya selama ini memimpin komisi yang menjadi mitra Mendagri, sehingga paham betul tugas dan kewajiban pejabat di posisi itu," kata Viktor kepada SP di Jakarta, Senin pagi.
Menolak Mardiyanto
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) mendatangi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Jakarta, Senin, untuk menyatakan penolakan terhadap Mardiyanto sebagai sa- lah satu Mendagri menggantikan M Ma'ruf.
Dua puluh enam perwakilan elemen mahasiswa itu diterima oleh Adnan Buyung Nasution dan Ali Alatas dalam pertemuan tertutup di gedung Wantimpres, Jalan Veteran, Jakarta.
Figur Mardiyanto ditolak karena diduga terlibat dalam kasus korupsi APBD Jawa Tengah yang merugikan negara hingga Rp 36,229 miliar.
KPK telah dua kali memanggil Mardiyanto pada tanggal 1 dan 3 Februari lalu untuk dimintai klarifikasi mengenai keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi tersebut.
Dalam tuntutannya sebagaimana diberitakan Antara, AMPB meminta Wantimpres untuk menggunakan hak konstitusionalnya agar memberi masukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menolak penunjukan Mar-diyanto menggantikan M Ma'ruf.
Selain itu, AMPB meminta Wantimpres sebagai kelembagaan untuk menolak Mardiyanto ditunjuk sebagai Mendagri.
Diminta Konsisten
Di tempat terpisah, kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/8), Ketua DPR Agung Laksono meminta Presiden Yudhoyono konsisten dengan janjinya untuk mengumumkan Menteri Dalam Negeri baru pengganti M Ma;ruf dalam minggu-minggu ini.
"Harus diumumkan dalam minggu ini. Itu janji Presiden se- usai rapat konsultasi dengan pimpinan DPR pekan lalu," kata Agung.
Pada kesempata itu, Agung mengusulkan agar Mendagri yang baru harus berkinerja baik, berpengalaman, dan punya track record baik. "Terserah, sipil atau militer," kata Agung yang juga pimpinan Partai Golkar ini. [Y-3/H-12]