[JAKARTA] Ketua Umum Komite Olimpiade Nasional (KON) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo protes keras terhadap NOC (Komite Olimpiade Nasional) Malaysia atas insiden pemukulan wasit karate Indonesia Donald Peter Luther Kolopita, oleh polisi Malaysia di negeri jiran itu, Jumat (24/8) lalu.
"Kami sudah mengirim surat protes ke NOC. Bahkan, saya baru saja menelepon ke Sekjen NOC, Sieh Kok Chi. Namun, dia tidak tahu kejadian tersebut karena kasus itu tidak muncul di surat kabar Malaysia. NOC akan menindaklanjuti kasus itu ke pemerintahnya," kata Rita kepada SP, Senin (27/8).
Menurut Rita, NOC wajib memberi jaminan keamanan terhadap semua delegasi bila ada kejuaraan di negara mereka, seperti Kejuaraan Karate Asia tersebut.
Sementara itu, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora), Adhyaksa Dault marah, setelah mendengar peristiwa pemukulan yang dialami wasit karate Indonesia oleh polisi Malaysia sebelum berlangsungnya Kejuaraan Karate Asia.
Dia mengaku dirinya belum bisa berbuat apa-apa, karena pihaknya belum dapat laporan resmi dari Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (Forki) dan KONI Pusat. "Akan tetapi, kalau benar terjadi seperti apa yang diberitakan, saya akan protes keras pada Menteri Olahraga Malaysia, Azelina Osman," tegas Mennegpora kepada SP, Senin pagi.
Antara menuliskan keterangan Donald yang dirawat di RS Tunku Jafaar, Negeri Sembilan, Malaysia. Tim wasit dari kejuaraan internasional karate Asia melakukan rapat Kamis malam (23/8) hingga Jum'at dini hari pukul 02.00 waktu Malaysia. Donald kemudian keluar hotel berjalan untuk mencari makan. "Tiba-tiba ada mobil van berhenti dan penumpangnya keluar langsung main pukul saja. Mereka ternyata polisi reserse. Saya sudah mengaku kontingen Indonesia dalam kejuaraan karate di Malaysia tapi tetap saja tidak dihiraukan," katanya. [F-4/W-11]