Menghadapi bulan Puasa masyarakat Bengkulu mulai melakukan aksi borong barang kebutuhan sehari- hari, seperti gula pasir, minyak goreng, terigu, telur dan berbagai jenis barang kebutuhan lainnya. Hal ini dilakukan karena khawatir harga barang kebutuhan akan terus bergerak naik mendekati puasa nanti. Termasuk minyak goreng sudah tembus pada angka Rp 10.000 per kilogram.
Demikian pemantauan SP di sejumlah pasar tradisional, di antaranya pasar Baru Kota dan Panorama, Kota Bengkulu, Minggu (26/8). Diperkirakan aksi borong sembako akan meningkat pada awal bulan September mendatang. Pasalnya, para PNS dan pegawai sudah gajian.
"Saya mulai sekarang membeli sembako untuk kebutuhan puasa karena khawatir mendekat puasa harga barang-barang akan melonjak," ujar Hadima (42), warga Jalan Salak, Kota Bengkulu. [143]
Sikap pro dan kontra terhadap rencana pengadaan lahan pembangunan Rumah Sakit (RS) Banten terus berlanjut di antara fraksi di DPRD Banten. Fraksi-fraksi di DPRD Banten. Mereka menyikapi secara berbeda rencana pembebasan lahan RS Banten yang sudah masuk dalam rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007 yang disampaikan Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah beberapa waktu lalu.
Sikap pro kontra fraksi DPRD Banten itu terungkap dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2007, di Serang, pekan lalu.
Juru bicara Fraksi Golkar Amo Barmawijaya mengatakan, keinginan pemerintah daerah dalam pembangunan RS Banten perlu dukungan semua pihakdemi menunjang terwujudnya pelayanan dasar masyarakat yang memadai. [149]

Kulit pohon kayu putih menjadi usaha yang ditekuni secara turun-temurun keluarga Nurdin di kawasan Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. Kulit kayu tersebut bagi masyarakat Balikpapan, Kaltim, hanya menjadi limbah dan oleh pengumpul dikirim ke Makassar untuk digunakan sebagai bahan penambal perahu atau kapal kayu, dijual seharga Rp 6.000 per kg. Seorang pekerja, Minggu (26/8), tampak sibuk mengangkut kulit kayu untuk dikeringkan. SP/M Kiblat Said