[MANADO] Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Kabupaten Sitaro akan menyiapkan lahan tempat permukiman baru atau relokasi bagi warga di sekitar Gunung Karangetan. Untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, harus dipindahkan warga yang masuk daerah rawan, sebanyak 769 jiwa.
Hal itu itu dikatakan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang, Minggu (26/8), saat melakukan dialog dengan 769 pengungsi korban Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, (100 mil sebelah utara Kota Manado). Dalam peninjauan itu, Gubernur menggunakan helikopter milik TNI AU dan melihat kawah Gunung Karangetang dari udara.
Kunjungan Gubernur tersebut sekaligus memberikan tambahan bantuan berupa selimut, bahan makanan, dan obat-obatan. Gunung Karangetang meletus sekitar tiga pekan lalu. Hingga saat ini menurut Bupati Siatro, Idrus Mokodompit, masih beraktivitas meskipun tidak banyak lagi sejak tiga pekan lalu.
Warga yang berada di daerah bahaya itu memang sebaiknya dipindahkan. Kalau ada letusan lagi, tidak akan berdampak buruk bagi warga. Jika sudah dipindahkan, itu pasti tidak akan berbahaya, katanya.
"Gunung Karangetang memang masuk gunung api aktif. Jadi langkah kita, warga yang harus dipindahkan. Pemerintah tetap memperhatikan masalah makanan dan obat-obatan bagi pengungsi," katanya.
Selain meninjau lokasi pengungsian dan kondisi Gunung Karangetang, Gubernur Sarundajang meninjau beberapa ruas jalan di pulau-pulau di Sitaro. Ia berharap, Kabupaten Baru itu untuk tetap membangun diri memajukan daerah itu. Jadi, semua pihak harus bersatu memajukan daerah ini. [136]