[JAYAPURA] Pemadaman lampu besar-besaran pada siang dan malam, terjadi di Jayapura, Papua, sejak Jumat (24/8) hingga Senin (27/8). Pemadaman pagi hingga sore mencapai 90 persen, sementara malam hari mencapai 60 persen. Akibat pemadaman itu Jayapura gelap gulita di malam hari.
Pemadaman itu terpaksa dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Jayapura, karena mengalami krisis stok bahan bakar minyak (BMM), khususnya jenis solar. Kondisi menyedihkan ini juga terjadi pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus lalu, dimana listrik padam sebanyak sepuluh kali.
Manajer Cabang PT PLN Jayapura, Erick S Sidabutar mengatakan kepada SP, Senin pagi, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman besar- besaran akibat tidak terpenuhi suplai BBM dari Pertamina sesuai dengan permintaan mereka.
Dikatakan, minimnya supplai BBM dari Pertamina mulai terjadi, Kamis (23/8) lalu dimana PLN Jayayapura meminta supplai solar sebanyak 150 kiloliter (kl), namun hanya di- penuhi Pertamina 120 kl.
Pada Jumat (24/8) PLN meminta 170 kl dan hanya terpenuhi 120 kl. Demikian pula Sabtu (25/8) PLN meminta 170 kl juga terpenugi 120 kiloliter. Begitu juga pada hari Minggu (26/8).
"Akibatnya dengan sangat terpaksa pemadaman listrik hari ini, dilakukan pada pagi hingga sore. Untuk pagi hari sampai sore pemadaman dilakukan hampir 90 persen diwilayah PLN Jayayapura. Sedangkan pada malam hari pemadaman dilakukan hanya 60 persen," ujarnya.
Keterlambatan
Sementara itu, Asisten Manajer Humas Pertamina (Persero) Unit Pemasaran (UPMS) VIII Jayapura, P Ginting mengakui adanya keter- lambatan masuknya kapal tangker Klawoto.
"Kapal tersebut membawa 5.000 kl solar dari terminal Wayame, namun terlambat masuk Jayapura. Terlambatnya masuk kapal dikarenakan cuaca buruk terutama gelombang Lautan Pasifik di bulan Agustus cukup mengganas," ujarnya.
Ia mengungkapkan akibat kapal terlambat masuk di Jayapura menyebabkan solar yang tersedia hanya untuk 20 hari ke depan. Namun bisa teratasi, jika Rabu (29/8) akan masuk dengan KM Julia yang memuat 10.000 kl.
Berdasarkan pantauan SP, lampu mati pada siang hari terus terjadi. Leo Irawan Pimpinan Travel 2001 Pusat perbelanjaan Ruko Dok II, mengaku, mati lampu mempengaruhi sistem reservasi online tiket penerbangan. "Mati lampu sudah hampir setahun terjadi di Jayapura, " ujarnya. [ROB/W-8]