SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemerintah Harus Tegas terhadap Gerakan Antinegara dan Pancasila

[JAKARTA] Pancasila merupakan pilihan ideologi bagi bangsa Indonesia yang pluralisme dan semboyan Bhineka Tunggal Ika adalah pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sayangnya hampir seluruh nilai Pancasila semakin luntur dan pemerintah seakan membiarkan hal ini terjadi.

Demikian dikatakan Ketua Gerakan Spirit Pancasila, Guruh Soekarno Putra di sela-sela acara Mengenang Sang Guru di Ubud, Bali, Minggu (26/8). "Dalam peringatan HUT ke-62 RI kita diliputi keprihatinan karena hampir seluruh sila Pancasila belum terwujud. Banyak warga mengalami kesulitan menjalankan ibadah menurut keyakinannya. Sila kerakyatan atau demokrasi belum dihayati, terbukti banyak kekerasan dan kerusuhan," ujar Guruh.

Dikatakan, sekarang ini sudah waktunya segenap komponen bangsa Indonesia membuka jalan lebih lebar dan legowo bahwa Pancasila yang mampu mempersatukan bangsa ini dari segala bentuk ancaman keruntuhan. Dan pelurusan sejarah serta pengamalan Pacasila dalam seluruh perikehidupan berbangsa harus dilakukan.

Diungkapkan, ketika era Orde Baru (Orba) berkuasa, Pancasila sempat menjadi polemik, terkait klaim, yang pertama kali mengusulkan adalah Muhammad Yamin, bukan Bung Karno. Namun, dengan ditemukannya naskah otentik Notulen Sidang BPUPKI di Arsip Nasional dan Surat Wasiat Bung Hatta kepada Guntur Sukarno, masalah itu tak lagi mengemuka.

Sayangnya, lanjut Guruh, Pancasila juga mendapat citra negatif melalui program penataran Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila (P4). Masyarakat tidak diberi ruang untuk mengemukakan pendapat. Pancasila menjadi alat politik untuk mempertahankan kekuasaan. "Inilah yang kemudian merusak Pancasila," ujarnya.

Sementara itu, aktivis Gerakan Spirit Pancasila, Dr I Wayan Sutisna dari Universitas Udayana menegaskan meskipin Pancasila adalah dasar negara yang sudah final, namun, pengamalannya dalam kehidupan bernegara dan berbangsa harus nyata. Bung Karno menegaskan dalam pidatonya di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 1 Juni 1945, sekaligus menandai hari lahir Pancasila, Weltanschauung (pandangan dunia) apa pun tak akan menjadi kenyataan jika tak diperjuangkan.

"Pancasila adalah sebuah visi besar untuk membangun Indonesia agar mampu mengukir prestasi di dunia global. Setelah meletakkan fondasi negara yang kokoh, pascakemerdekaan, perjuangan dilanjutkan untuk mewujudkan cita-cita luhur Pancasila. Masyarakat adil sejahtera. Bahwa kita masih jauh dari yang dicita-citakan, itu karena defisit pengamalan Pancasila," ujarnya. [E-5]


Last modified: 27/8/07