SUARA PEMBARUAN DAILY

Penculikan Tak Bermotif Agama

[JAKARTA] Penculikan yang menimpa Raisah bukan bermotif agama melainkan murni tindakan kriminal. Karena itu, hendaknya semua pihak tidak mengaitkan kasus penculikan tersebut dengan motif agama.

Penegasan itu dilontarkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Rozy Munir dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi yang dimintai tanggapan secara terpisah di Jakarta, Senin (27/8). Keduanya tidak melihat adanya motif penyusupan idelogi terkait dengan kasus penculikan Raisah meskipun pelakunya adalah peserta ekstrakurikuler keagamaan tertentu.

"Kasus penculikan yang marak akhir-akhir ini, termasuk penculikan anak, jangan dipolitisasi atau diseret ke wilayah agama. Ini murni tindakan kriminal," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Rozy Munir, ketika dihubungi SP, di Jakarta, Senin (27/8).

Seperti diberitakan, Yogi Permana yang disebut-sebut otak Penculikan adalah guru honorer ekstrakurikuler kerohanian Islam, di SMA 35 Jakarta. Tersangka lainnya, yakni Budi Haryanto, Yanuarisman, dan Fernando Azizko adalah peserta program ekstrakurikuler yang diasuh Yogi Permana.

Rozy mengatakan, dalam ajaran agama Islam, penculikan tidak dibenarkan. "Jadi masyarakat jangan langsung melabelkan bahwa tindakan penculikan ini terkait dengan ajaran agama atau ideologi tertentu. Lagi pula, yang terlibat dalam kasus ini, bukan tokoh-tokoh yang selama ini merupakan incaran aparat keamanan. Jadi, ini penculikan biasa yang motifnya tentu saja ekonomi atau balas dendam. Tidak terkait gerakan agama," katanya.

Rozy mengimbau, sekolah untuk memperketat keamanannya. "Dari mulai pengantar anak hingga teman-temannya, sebaiknya sekolah mengetahuinya," katanya.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi mengimbau, sekolah lebih proaktif dalam melakukan pengawasan siswa-siswa, khususnya pada saat jam pelajaran sekolah berakhir. "Karena itu, perlu regulasi antara sekolah dan orangtua siswa untuk melakukan pengamanan terpadu, khususnya di lingkungan sekolah," katanya.

Soal kegiatan keagamaan di sekolah, Bambang menegaskan, motif penculikan adalah murni tindakan kriminal. "Jangan diseret ke wilayah agama. Sekolah kan lebih tahu kegiatan ekskulnya," katanya. [W-12]


Last modified: 27/8/07