SUARA PEMBARUAN DAILY

Kasus Penculikan Raisah

Ibu Fernando: Anak Saya Tidak Kekurangan Uang

[JAKARTA] Suzi Zahret mengatakan, kekurangan dalam hal keuangan bukan penyebab anaknya, Femando Azizko, yang akrab dipanggil Edo, ikut menculik Raisah Ali (5). Namun, dia tidak menjelaskan alasan yang sebenarnya.

"Meski saya tidak menetap di Jakarta, namun semua kebutuhan Fermando selalu saya penuhi, mulai dari kebutuhan sekolah hingga keperluan pribadinya," kata Suzi, wanita asal bukit Tinggi, Sumatera Barat itu, ketika dihubungi SP melalui telepon selularnya, Minggu (26/8) malam.

Edo, yang menjabat Ketua Rohis di SMA 35 Jakarta Pusat itu katanya, tak pernah kekurangan uang. Contohnya, pada awal tahun ajaran baru ini, Suzi sudah menanyakan kepada anak sulungnya itu semua daftar buku pelajaran yang diwajibkan sekolah untuk dimiliki setiap murid.

Tidak hanya keperluan sekolah Edo, keperluan pribadinya pun selalu menjadi prioritas orang tuanya. Contohnya, jika salah satu celana panjang Edo sudah mulai sempit atau ada yang robek, tanpa diminta Edo, Suzi akan langsung membelikan celana yang baru. Oleh sebab itu, menurut Suzi, alasan keuangan bukanlah penyebab anaknya melakukan tindak kejahatan penculikan.

Suzi, yang kini tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kontrakan di Jalan Petamburan Dua, RT 12/RW 03 No 41, Jakarta Pusat, menjelaskan, meski Edo bersama kedua saudara tinggal bersama ayah tiri mereka, Suzi tidak melihat adanya perbedaan perlakuan yang diberikan kepada Edo.

"Ayahnya adalah orang yang komunikatif. Jika kami sudah berkumpul pada malam hari, ayahnya selalu memberikan nasihat-nasihat kepada Edo. Kadang jika terlalu enak ngobrol pun, mereka suka lupa waktu hingga tengah malam, Edo pun sangat menyayangi kedua adik tirinya," ungkap Suzi. Ayah kandung Edo meninggal dunia saat dia duduk di bangku sekolah dasar.

Ayah tiri Edo, Jimmy Darlen, yang bekerja sebagai penjual pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga dikenal sebagai orang yang baik di dalam keluarga maupun di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Hal tersebut diakui tetangga, bahkan pengendara ojek di sana.

"Edo saya berikan uang jajan Rp 3.000-5.000 setiap hari, tetapi uang sakunya tidak selalu saya berikan setiap hari. Kadang saya suka memberikan bekal makan siang untuk dibawanya," jelas Suzi yang berprofesi penuh sebagai ibu rumah tangga.

Sementara itu, Aban Ubaini (57), Ketua RT 11/RW 03 Jalan Petamburan II, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat mengatakan, saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada Rabu (8/8) lalu, keluarga Fernando Azizko, didata hanya memiliki dua anak. "Tidak tercantum nama Edo. Demikian pula saat perayaan Hari Kemerdekaan RI lalu, tidak terlihat kehadiran Edo, padahal berbagai perlombaan diadakan di lapangan bulu tangkis, di depan tempat tinggalnya," kata Aban.

Taat Beribadah

Minggu (26/8) malam, rumah kecil yang berada di sebuah gang kecil, di mana Januarisman (16) selama ini tinggal, terlihat ramai. Tidak henti-hentinya orang ingin mengetahui apa yang terjadi selanjutnya dengan nasib salah murid SMA Negeri 35 Jakarta itu, yang disangka terlibat dalam komplotan penculik Raisah.

Rumah Januarisman sangat sederhana. Banyak barang menumpuk di ruang tamu. Buku-buku berserak di sebuah rak kayu bercampur dengan mainan anak-anak. Pada rak lain terlihat tumpukan gelas, piring, dan beberapa perlengkapan makan.

Ali Muchtar, ayah Januarisman, tidak berada di tempat. Menurut Riko Saputra (20), kakak Januarisman, sudah beberapa hari ini kedua orangtuanya tidak tinggal di rumah. "Orangtua saya ingin tenang dulu, jadi ngobrolnya dengan saya saja ya," kata Rico kepada SP, Minggu malam.

Menurut Riko, ia tidak percaya adiknya terlibat menculik Raisah, karena adiknya tersebut berperilaku baik. Selama ini, Riko menganggap adiknya sebagai orang yang tekun beribadah dan anak yang pintar di sekolah, karena itu dia tidak percaya kalau adiknya terlibat. Hal yang sama juga dikatakan kakaknya, Julia Fitri.

"Selama penculikan, adik saya ada di rumah, tidak pernah pergi ke mana-mana. Dia ke sekolah dan mengaji di dekat rumah seperti biasanya. Bahkan saat penangkapan pun, adik saya sedang hendak berangkat sekolah," katanya. [HBS/MAR/MDM/N-6]


Last modified: 27/8/07