SUARA PEMBARUAN DAILY

Parade Festival Budaya di Ibukota

[JAKARTA] Akhir pekan kemarin warga Ibukota berduyun-duyun menghadiri dua festival budaya di tempat berbeda. Festival Kota Toea, di Jakarta Barat, dan Festival Kemang di Jakarta Selatan. Meskipun berbeda, namun keduanya menampilkan budaya-budaya unik yang ada di Jakarta dan Indonesia.

Festival Kota Toea yang diselenggarakan di kompleks konservasi Kota Toea, Jakarta Barat, menampilkan pawai budaya, mulai dari pencak silat Betawi, Reog Ponorogo, hingga barongsai dari Tiongkok.

Sementara festival Kemang yang sudah digelar sejak Sabtu (25/8) menampilkan sejumlah stand-stand unik. Rencananya pada 31 Agustus 2007 nanti juga akan digelar Festival Jalan Jaksa, di Jakarta Pusat.

Munculnya festival yang di sejumlah tempat di Jakarta ini merupakan upaya pemerintah Jakarta untuk menggairahkan dunia pariwisata di ibukota negara. Walikota Jakarta Barat, H Fajar Pandjaitan, dalam pembukaan Festival Kota Toea, Minggu (26/8) kemarin, mengungkapkan selain upaya untuk melestarikan budaya-budaya yang pernah berkembang di Jakarta, festival ini juga untuk menarik turis mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Wilayah Kota Toea, tempat penyelenggaraan festival itu merupakan bekas wilayah pusat Pemerintahan Hindia Belanda. Di wilayah tersebut, saat ini masih berdiri sejumlah gedung tua era Hindia Belanda. Wilayah itu pun kini masuk dalam daerah konservasi budaya. Seperti halnya Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) dahulunya adalah gedung markas VOC. Selain itu di sana banyak gedung-gedung yang memiliki arsitektur Eropa abad pertengahan.

"Melalui festival ini diharapkan apresiasi masyarakat terhadap peninggalan sejarah semakin meningkat dan merasa terpanggil untuk ikut serta dalam melestarikan bangunan-bangunan tua yang ada di sekitar sini," ujar Fajar.

Dalam Festival Kota Toea, sejumlah komunitas budaya dan kelompok penggemar tertentu ikut berparade. Salah satunya adalah kelompok penggemar sepeda ontel. Kelompok ini ikut berparade menggunakan sepeda ontel dengan kostum ala tempoe doeloe.

Parade budaya dari setiap etnis dan kelompok ini ingin memperlihatkan bahwa Jakarta sebagai ibukota negara memiliki beraneka ragam masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, dan mereka bisa hidup berdampingan.

"Parade ini memperlihatkan budaya apa saja yang pernah ada di Jakarta," tambah Fajar.

Sementara itu Festival Kemang yang diselenggarakan di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, cenderung ditujukan untuk wisatawan asing yang sedang berada di Jakarta. Wilayah Kemang yang memang sudah dikenal sebagai wilayah pemukiman warga asing dijadikan modal utama untuk menggelar acara itu sejak tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah hiburan dan stand-stand yang menawarkan barang dagangan unik di gelar di jalan raya yang ditutup selama dua hari itu.

Hampir sama dengan Festival Kemang, rencananya pada akhir bulan ini juga akan digelar Festival Jalan Jaksa. Selain kesenian, dalam Festival Jalan Jaksa nantinya ditampilkan potensi-potensi yang dimiliki warga di sekitar Jalan Jaksa.

Selain dapat menjadi ajang menarik wisatawan asing, Festival Jalan Jaksa ini juga diyakini mampu meningkatkan perekonomian warga yang bermukim di daerah itu. Hal ini disebabkan mayoritas perekonomian warga Jalan Jaksa bergantung dari sektor pariwisata. [K-11]


Last modified: 27/8/07