[JAKARTA] SMA 35 Jakarta belum memutuskan nasib tiga siswanya, yakni Budi Haryanto, Yanuarisman, dan Fernando Azizko, yang ternyata menjadi tersangka penculik Raisah Ali (5). Selain itu, pihak sekolah juga belum memutuskan nasib guru honorer ekstrakurikuler kerohanian Islam, Yogi Permana, yang disebut-sebut otak penculikan. Keputusan akhir mengenai nasib mereka masih menunggu perkembangan penyidikan polisi.
Hal tersebut dikemukakan Kepala SMA 35 Maria Gunarwati, dan Guru Bidang Kesiswaan SMA 35, Suryono, saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (25/8).
Suryono menuturkan, tiga siswanya yang dinyatakan sebagai tersangka penculik, sebenarnya siswa berprestasi di SMA 35. Selain itu, Yogi juga dianggap sebagai alumnus yang punya prestasi lumayan di sekolah yang sama.
Budi Haryanto saat ini masih duduk di kelas 3 jurusan bahasa, Yanuarisman di kelas 2 jurusan IPA, sedangkan Fernando saat ini di kelas 3 IPS.
Yanuarisman dan Fernando bahkan mendapatkan beasiswa dari sekolah, karena selain kurang mampu mereka memiliki prestasi di sekolah.
Dia menjelaskan, peraturan di SMA 35 mengharuskan setiap siswa memilih salah satu kelas ekstrakurikuler yang diadakan setiap Sabtu. Kebetulan ketiga siswa itu memilih ekstrakurikuler kerohanian Islam yang dibimbing Yogi.
Kepala SMA 35, Maria Gunarwati mengungkapkan, sewaktu masih duduk di bangku SMA, Yogi dikenal anak yang baik. Oleh karena itu, ketika Yogi melamar sebagai guru honorer untuk kegiatan ekstrakurikuler, pihak sekolah menerimanya.
"Ada kebiasaan di sekolah ini menerima alumnus yang cukup berprestasi untuk ikut mengajar kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler, oleh sebab itu kami memperhitungkan Yogi untuk dapat diterima sebagai guru honorer," jelas Maria.
Satu tersangka penculik lainnya, yakni Anggana Harjakusumah, juga merupakan alumnus SMA 35. Suryono menambahkan, setamat SMA, Anggana melanjutkan pendidikan ke Institut Pertanian Bogor, dan lulus.
Diakui Anak Kandung
Sementara itu, Yogi Permana (28) kepada SP menyatakan dia sempat mengakui Raisah Ali (5), sebagai anak kandungnya. Pengakuan itu untuk menghindari kecurigaan orang lain.
"Saya selama bersembunyi berpindah tempat, kemudian mengakui Raisah anak saya supaya orang lain tidak curiga. Karena dia (Raisah, Red) lagi gencar dicari polisi juga keluarganya," ujar Yogi di ruang pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (24/8) siang.
Pria bertubuh kurus dan berjenggot itu menjawab dengan jelas semua pertanyaan yang diajukan. Dia pun mengakui perbuatannya.
Pengakuan bahwa Raisah anak kandungnya, antara lain disampaikan Yogi saat korban dibawa bersembunyi, di sebuah hotel di kawasan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Pengakuan yang sama juga disampaikannya ketika berada di rumah istri mudanya, Sarita Anggraeni (26), di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sarita sendiri diduga terlibat, bahkan turut merancang penculikan tersebut. Dia dikabarkan sempat mendampingi Raisah, selama dalam pelarian di wilayah DKI Jakarta maupun Jawa Barat. Berdasarkan informasi, wanita muda itu telah ditangkap petugas polisi, dan sedang diperiksa di Mapolda Metro Jaya.
Yogi menuturkan, selama diculik, anak pertama Said Ali, salah satu ketua di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu, terus dihibur oleh para pen-culik. Raisah, yang gemar makan daging ayam dan telur goreng tersebut, sempat beberapa kali menangis, mencari orangtua dan saudaranya.
Ketika melihat Raisah bersedih, dia langsung mengalihkan perhatian agar bocah yang sehari-harinya lincah itu tetap semangat dan gembira. Kawanan penculik tidak menyakiti korban, bahkan Yogi mengaku sempat kasihan dengan Raisah, dan berjanji akan segera mempertemukannya dengan keluarga.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Sisno Adiwinoto yang dikonfirmasi SP, Sabtu (25/8) pagi mengungkapkan, penyidik Polda Metro Jaya terus memeriksa lima tersangka yang ditahan. Mereka adalah Yogi Permana (28), Anggana Harjakusumah (29), dan tiga siswa SMA 35 Setiabudi, yakni Budi Haryanto (16), Yanuarisman (16), dan Fernando Azizko (17).
Di tempat terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan rasa syukurnya, mengetahui Raisah ditemukan. "Alhamdulillah, Raisah telah kem- bali dengan selamat," kata Presiden. [MAR/G-5/Y-3]