SUARA PEMBARUAN DAILY

Manajer Pencak Silat SEA Games Mengundurkan Diri

[JAKARTA] Manajer tim Pelatnas pencak silat, Andi Mappaganty mundur dari jabatannya di Pelatnas, SEA Games menyusul adanya rencana dari Ketua Umum PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), Prabowo Subianto untuk meninjau ulang status Pelatnas pencak silat. Prabowo yang kembali memimpin IPSI setelah musyawarah nasional (Munas) ke-12 IPSI di Jakarta, Jumat (24/8) akan meminta kalangan militer untuk menangani tim Pelatnas.

Andy Mappaganti mengatakan itu kepada SP, Jumat (24/8). Menurut dia, surat pengunduran dirinya akan disampaikan ke Satgas Pelatnas. Karena Satgas yang mengangkatnya menduduki jabatan manajer. Selain menyampaikan ke Satgas, surat mundur akan disampaikan juga ke IPSI, sebagai pemberitahuan, sehingga tidak mengganggu proses persiapan atlet SEA Games yang ada di Pelatnas saat ini.

Menurut mantan Walikota Jakarta Timur ini, alasan pengunduran dirinya, karena Ketua Umum PB IPSI, Prabowo, sudah menyatakan dalam penyampaian visi dan misi pada Munas ke-12 IPSI, Kamis (23/8) malam bahwa Pelatnas pencak silat SEA Games akan ditangani langsung oleh dia, dan figur-figur dari militer.

Di samping itu, da- lam Prabowo mengatakan akan meninjau ulang status pelatnas pencak silat saat ini. "Saya merasa tidak cocok bekerja seperti ini. Jadi lebih baik mengundurkan diri saja," tutur Andi.

Sementara itu dalam sambutan upacara penutupan Munas, Jumat siang, Prabowo dengan tegas mengatakan Indonesia harus bisa merebut juara umum dalam pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games Desember mendatang di Bangkok, Thailand. "Kita harus juara umum dan mengalahkan Vietnam. Vietnam itu tidak apa-apanya dengan Indonesia," tuturnya.

Kepada wartawan, mantan Danjen Kopassus itu mengatakan akan menyusun kembali tim Pelatnas yang sedang berlangsung sekarang ini.

Tidak dijelaskan secara rinci apakah penyusunan kembali tim pelatnas itu dimaksudkan mengubah secara keseluruhan, dengan memasukkan pesilat-pesilat baru, atau hanya pergantian manajer dan pelatih. Munas berakhir dengan acara penyerahkan petaka, yakni bendera IPSI untuk di bawa ke masing-masing Pengda IPSI, dan perguruan.

Pulang

Sebanyak 14 Pengda dan tujuh perguruan historis memutuskan pulang lebih awal dari arena Munas pada Jumat siang bertepatan dengan penutupan kegiatan tersebut. Mereka kecewa dengan jalannya Munas yang dianggap sudah keluar dari pakem dan semangat pencak silat.

Menurut ketua harian pengda Sumut, Dahliana dia belum pernah mengikuti Munas yang tak mengikuti tata tertib dan aturan. Bagaimana tidak, jadwal pemilihan calon ketua umum IPSI yang seharusnya diagendakan pada Jumat siang, dipaksakan berlangsung pada Kamis malam. Puncak dari ketidaktertiban Munas berakhir dengan mundurnya calon ketua umum IPSI, Rachmat Gobel.

"Melihat kondisi yang ada dan tak kondusif kami setuju supaya pak Rachmat tak terlibat ke IPSI sekarang. Jalannya Munas memang berlangsung dengan tidak ksatria dan cara-cara yang kasar,"jelas Dahliana.

Mantan atlet nasional di era 80-an dan 90-an itu kini melihat tugas berat di tangan Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto. Bagaimana mesti merangkul kembali sebanyak 14 Pengda dan tujuh perguruan yang kecewa dengan hasil Munas yang ada. "Sebagai orang daerah kami tentunya menunggu dari pusat," ujarnya. [W-6/L-9]


Last modified: 25/8/07