[JAKARTA] Klub elite Ibukota, "Macan Kemayoran" Persija Pusat diusir dari kandangnya, Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Persija harus menjalani satu pertandingan di luar kandang sebagai keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Jumat (24/8) sore.
Akan tetapi, Persija tidak menerima begitu saja keputusan itu dan akan melakukan banding ke Komisi Banding PSSI.
Hukuman Komdis itu adalah buntut dari kasus melubernya suporter Persija ke lapangan stadion dan intimidasi kepada pemain lawan, saat pertandingan Liga Djarum Indonesia 2007 antara Persija versus Persib Bandung di Stadion Lebakbulus, Jakarta, 16 Agustus lalu.
Komdis PSSI memutuskan, Persija harus melakoni laga kandang usiran satu kali saat menjamu Persela Lamongan, Minggu (2/9). Selain partai usiran, Panpel Persija juga didenda Rp 20 juta.
"Persija Pusat, dalam hal ini Panpel Persija melanggar pasal 102 ayat 3 Kode Disiplin PSSI terkait dengan intimidasi dan penganiayaan yang dilakukan oleh suporter Persija.
Atas dasar itulah, kami menjatuhkan skorsing berupa satu kali partai usiran dan denda Rp 20 juta," ujar Ketua Komdis, Hinca Pandjaitan usai sidang di Sekretariat PSSI, Senayan, Jumat (24/8).
Selain Panpel Persija, Komdis juga menjatuhkan peringatan keras kepada Pimpinan Pertandingan M Soleh. Dia dinilai tidak bisa mengambil keputusan dengan tepat.
Ketua Panpel Persija Zainul Arifin mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding terkait dengan hukuman itu. Langkah diambil untuk meminta sedikit keringanan hukuman dari yang telah dijatuhkan Komdis.
"Mudah-mudahan dalam upaya banding ini kami akan mendapatkan keringanan hukuman," kata dia. [F-4]