Poster, spanduk, dan stiker bakal calon gubernur Jawa Timur (Jatim) bermunculan di tempat-tempat strategis di 38 kabupaten/kota di provinsi ini, meskipun pemilihan gubernur periode 2008-2013 baru akan berlangsung Juni 2008.
Poster, spanduk dan stiker yang terpasang antara lain bakal calon cagub Soenarjo (wakil gubernur Jatim sekarang, yang lolos dalam konvensi Partai Golkar), Soekarwo (sekretaris Daerah Pemprov Jatim), dan Sutjipto (Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/PDI-P yang tinggal menunggu persetujuan dari DPP).
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Didik Prasetyo, di Surabaya, Jumat (24/8) menyatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas pemasangan gambar tersebut. Pemasangan gambar mereka belum masuk masa kampanye, apalagi calon gubernur resmi masih belum ada. [080]
Suwito alias Ponijan (40), pedagang barang bekas di Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tewas ditikam seorang dari tiga perampok yang menyikat tas berisikan uang Rp 5 juta dan satu unit telepon genggam, Jumat (24/8) siang.
Ponijan mengalami luka tikaman sebanyak lima di bagian dada. Dia menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan. Seiring dengan kejadian itu, masyarakat mengamankan Binsar Hutapea (28), di Jl Meteorologi.
Binsar diketahui sebagai perampok yang menikam Ponijan. Massa langsung menghajarnya. Beruntung, saat kejadian itu polisi melintas. Binsar dapat diamankan dalam kondisi berlumuran darah, tersangka dilarikan petugas tersebut ke RS Haji Jl Pancing Medan.
Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Percut Seituan, Iptu Pahala Manurung mengatakan, pihaknya sedang mengejar dua rekan Binsar, yang terlibat dalam aksi perampokan di tempat usaha Ponijan. [AHS/W-8]
Puluhan hektare (ha) tanaman padi milik petani di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, terserang hama wereng. Akibatnya, para petani terpaksa memanen padinya lebih awal. Ini menyebabkan menurunnya kualitas padi dan juga hasilnya.
Sanip (45), petani asal desa tersebut, Jumat (24/8) mengungkapkan hama wereng yang menyerang tanaman padi itu menyebabkan padi tidak berisi. Ia mengatakan, hama wereng itu menyerang padi saat usia memasuki 3 bulan.
Menurut Sanip, karena produksi padi hanya sedikit, sehingga para tengkulak pun hanya berani menawar Rp 4 juta-Rp 5 juta per ha. Padahal, pada musim panen sebelumnya padi petani di Desa Sukajaya dibeli seharga Rp 6 juta-Rp 7 juta per ha.
Sementara itu, Sekretaris Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang Subagyo mengimbau para petani untuk mengganti bibit padi IR 64 yang biasa ditanam, dengan varietas Ciherang yang jauh lebih tahan terhadap serangan hama. [149]