![]()
SP/Adi Marsiela
Sejumlah pemilik kios tengah mencari buku-buku yang tidak hangus selepas kebakaran yang menghabiskan 67 kios beserta isinya di Pasar Buku Palasari, Bandung, Jumat (24/8) dini hari. Kebakaran yang masih dicari titik mulanya ini menimbulkan kerugian sampai miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.
[BANDUNG] Pemilik kios di Pasar Buku Palasari mewaspadai kehadiran pihak ketiga atau pengembang di kawasan tersebut, pascakebakaran yang terjadi Jumat (24/8) dini hari. "Jangan dikira kalau dibakar, kita bakal pindah," tegas Andi Hanafi (35), salah seorang pedagang yang tiga kios bukunya terbakar.
Penegasan itu disampaikannya kepada Sekretaris Daerah Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Edi Siswadi, saat melakukan peninjauan ke pasar buku yang sudah ada semenjak tahun 1970-an itu.
Andi merasa khawatir setelah kebakaran ini, para pedagang yang menjadi korban akan kehilangan kios bukunya. Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota Bandung dan PT Pelita Jaya Agung sudah menandatangani nota kesepahaman bersama mengenai pembangunan sebuah mal yang dilengkapi bursa buku, Bandung Edutainment Square.
Menurut dia, para pedagang buku di Pasar Palasari menolak rencana pemerintah menggandeng pengembang untuk membangun mal di atas lahan pasar seluas 12.000 meter persegi itu. "Harga kiosnya mahal. Apa ada mal di Bandung yang maju? Pengembang enak, dapat uang lalu pergi. Kita pedagang kecil yang rugi," tuturnya.
Hal senada disampaikan Sam-simar (62), pemilik kios buku Kutojaya yang sudah berjualan di sana semenjak awal tahun 1980-an. "Kita hanya pedagang kecil, mana bisa bayar sewa yang mahal?"
Kebakaran yang menghabiskan 67 kios beserta isinya, kata Samsimar. Kebakara ini , merupakan yang keduanya kalinya setelah yang pertama pada tanggal 3 Januari 1993. Selepas kebakaran yang pertama itu, para pedagang buku hingga sekarang masih menempati tempat penampungan pedagang sementara.
Menwarkan
Ketua Koperasi Pedagang Buku Palasari Wawan Rukmawan mengungkapkan pihak pengembang menawarkan ganti rugi kepada para pemilik kios untuk pindah ke lokasi baru. Ganti rugi itu disesuaikan dengan ukuran kios lama masing-masing pedagang, seharga Rp 17,5 juta per meter perseginya. Selain itu, para pedagang dijamin akan mendapatkan tempat di lokasi baru dengan membayar uang senilai Rp 73 juta.
"Pembayarannya Rp 40.000 per hari. Ini dilakukan setiap hari selama lima tahun," ujarnya.
Wawan mengungkapkan para pedagang buku menolak karena akan ditempatkan di bagian lantai dasar dari bangunan mal lima tingkat tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi menuturkan pihaknya bakal mempercepat penataan pasar tersebut secara keseluruhan termasuk kerjasama dengan PT Pelita Jaya Agung. "Untuk jangka pendeknya, kita mengupayakan agar para pedagang ini segera bisa pulih dan berusaha kembali," papar dia.
Edi meminta pedagang buku agar bersabar hingga Senin (27/8) nanti. Awal pekan depan, menurut Edi, pihaknya akan menggelar rapat evaluasi yang membahas Pasar Buku Palasari yang terbakar.
Dia memastikan kerjasama dengan pihak ketiga akan tetap mengedepankan kepentingan para pedagang yang sudah terlebih dahulu ada dan membuka usaha di Pasar Palasari.
"Kita sangat hati-hati untuk ke depan, kondisi yang ada seperti pasar tradisional, pedagang buku harus merupakan bagian dari konsep pengembangan. Siapapun yang mengembangkannya," tandasnya.
Hingga kemarin petang, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Namun, setidaknya api menghanguskan 67 dari 200 kios buku dan menimbulkan kerugian miliaran rupiah.
"Kita terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk mengetahui penyebab kebakaran," ungkap Edi. [153]