[MALANG] Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Malang selama sebulan terakhir terus merangkak naik dipicu rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan memasuki bulan Ramadan. Kenaikan harga diawali krisis minyak tanah, diikuti kenaikan harga gula, disusul harga beras, dan kini minyak goreng.
"Pusing. Itu yang kami rasakan menghadapi pemenuhan kebutuhan sembako. Peran pemerintah selama ini hanya mementingkan cukai, bukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dra Reni Suparti MSi, dosen perguruan tinggi swasta di Kota Malang saat ditemui sedang berbelanja di Pasar Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur Jumat (24/8).
Masyarakat menengah saja sudah dua tahun terakhir mengeluh atas kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada kepentingan rakyat banyak, yang diawali dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), per 1 Oktober 2005. "Dengan kenaikan BBM yang paling dominan dikonsumsi masyarakat, yakni premium dari Rp 2.500 menjadi Rp 4.500 per liter dan minyak tanah dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.500 per liter, apa tidak membuat PNS dan warga masyarakat menengah ke bawah kelenger," ujarnya.
Chandra Ghozali, pedagang grosir sembako di Pasar Besar Malang mengaku kenaikan harga sembako dewasa ini tidak mengejutkan karena harga kulakannya dari produsen juga naik terus sejak kenaikan harga BBM dua tahun silam. "Apalagi nilai tukar rupiah melemah lagi, jadi ya harga otomatis naik menyesuaikan pasar," katanya.
Yang paling heboh menurut Chandra adalah harga minyak goreng curah yang semula Rp 6.500, naik menjadi Rp 9.000 dan sudah tiga pekan ini naik menjadi Rp 10.500 per kilogram (kg). "Kalau harga beras, gula dan minyak goreng naik, yang lain pasti naik. Itu pasti, kecuali ada operasi pasar yang gencar," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan H Mutmainah, pedagang grosir sayur-mayur di Pasar Gadang, Kota Malang. Mulai sayur bayam hingga cabai rata-rata naik bervariasi antara Rp 250 hingga Rp 750 per kg. "Bagaimana tidak naik, wong harga daging ayam dan sapi saja juga sudah naik Rp 2.000 per kg," ujarnya.
Kenaikan harga juga terjadi di sejumlah pasar tradisional Surabaya. Harga minyak goreng dan telur, misalnya, sudah melonjak meski belum tajam. Harga minyak goreng curah yang biasanya Rp 7.500-Rp 8.000 per kg menjadi Rp 9.000-Rp 9.500 per kg. Mi-nyak goreng kemasan botol dari Rp 9.000-Rp 9.700 per kg menjadi Rp 12.000-Rp 12.500 per kg.
Menurut Rahmawati (37), pedagang di Pasar Manukan Kulon Surabaya, kenaikan harga minyak goreng tergolong paling tinggi.
Sementara itu, Kadin Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Hari Sucipto membenarkan bahwa dalam dua minggu ini, sejumlah komoditas, terutama sembako, mulai naik. "Kenaikan minyak goreng bukan karena barangnya langka, stok di pasar masih sangat cukup. Kami terus memantau pasar," katanya.
Borong Terigu
Dari Jambi dilaporkan warga di Kota Jambi mulai melakukan aksi borong tepung terigu untuk menghadapi bulan Puasa dan Lebaran. Aksi tersebut mengakibatkan harga tepung terigu melonjak hingga 17 persen dan persediaan di pasaran menipis. Konsumen banyak yang membeli tepung di atas dua kg seperti tampak di pasar swalayan wilayah Jelutung.
Pantauan SP di beberapa pasar swalayan Kota Jambi Jumat (24/8) sore, harga tepung terigu cap Segitiga Biru sudah Rp 6.494 per kilogram (kg). Harga tepung tersebut naik Rp 944 per kg atau 17 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp 5.550 per kg.
Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin mengingatkan, para pedagang dan agen sembako agar tidak berspekulasi menimbun sembako menjelang bulan Puasa dan Lebaran. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Jambi diminta mengintensifkan pemantauan harga dan persediaan sembako di pasaran guna mencegah terjadinya lonjakan harga dan kekosongan persediaan sembako.
Kenaikan harga juga terjadi di Bengkulu sejak seminggu terakhir. Besarnya kenaikan antara Rp 200-Rp 500 per kg dari setiap jenisnya, kecuali minyak goreng yang kenaikannya mencapai Rp 2.000 per kg dari sebelumnya Rp 8.000 per kg.
Keterangan dari sejumlah pedagang di Pasar Panorama dan Baru Koto, Bengkulu menyebutkan, kebutuhan sehari-hari yang mulai bergerak naik itu antara lain gula pasir, terigu, minyak goreng, telur, daging, dan ayam. Sedangkan harga beras di daerah ini masih stabil. [070/ES/BO/141/148/143]