SUARA PEMBARUAN DAILY

Mendagri Baru

Ketua MPR: Tak Masalah Sipil atau Militer

[BENGKULU] Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan figur sipil atau militer yang akan menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengantikan M Ma'ruf. Hal terpenting dari Mendagri yang baru nanti adalah dapat bekerja dengan baik.

"Terserah mau dari sipil atau militer, semuanya warga negara Indonesia. Yang paling penting dia (Mendagri-Red) bisa bekerja," ka- ta Hidayat Nur Wahid di Bengkulu, Jumat (24/8).

Hidayat mengatakan, presiden harus segera menunjuk orang untuk menduduki jabatan Mendagri menggantikan Muhamad Ma`ruf, karena batas waktu yang dijanjikan presiden selama tiga bulan untuk mengisi pos tersebut sudah berlalu. Dengan adanya Mendagri yang definitif maka fokus pekerjaan juga menjadi jelas dan tidak harus dibebankan pada pihak lain sebagai ad interim yang selama ini dijabat Menko Polhukam Widodo AS.

Seperti diketahui, tugas Mendagri yang cukup luas dan strategis diharapkan dapat terlaksana dengan baik setelah ditetapkan nama pengganti M Ma'ruf.

Dari kalangan militer muncul nama Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Sekretaris Dewan Ketahanan Nasional M. Yasin dan mantan Gubernur Sulawesi Utara EE Mangindaan. Sedangkan dari kalangan sipil adalah mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Ryaas Rasyid dan mantan Sekjen Depdagri Siti Nurbaya yang kini menjabat sebagai Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Diumumkan

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan mengumumkan nama Mendagri pada Senin atau Selasa, pekan depan. Presiden Yudhoyono tidak perlu melakukan fit and proper test dalam menetapkan mendagri pengganti Mohammad Ma'ruf yang tengah sakit.

Menteri Sekretaris negara (Mensesneg) Hatta Rajasa mengemukakan hal itu seusai salat Jumat, di Masjid Istana Kepresidenan, Jumat (24/8) siang. Menurut Hatta, yang tetap mengaku tidak tahu siapa calon mendagri pilihan Presiden Yudhoyono itu, Mendagri yang diinginkan Presiden Yudhoyono adalah sosok yang kredibel dan berpengalaman.

Selain itu, katanya, Mendagri tersebut harus memiliki kompetensi dan jejak rekam (track record) yang memungkinkan menduduki posisi Mendagri.

Karena itu, katanya, Presiden Yudhoyono dipastikan tidak memilih orang yang tidak berpengalaman. Hatta sendiri ketika ditanya siapa yang dimaksud Presiden Yudhoyono menyatakan tidak tahu.

Sementara itu Wakil Sekjen Partai Demokrat Sukarnotomo, menegaskan sikap Partai Demokrat yang tidak mendukung siapa pun da- lam urusan penetapan mendagri karena itu merupakan hak prerogatif Presiden.

Beberapa hari lalu, Sukarnotomo menyebut nama Siti Nurbaya sebagai sosok yang menduduki posisi mendagri. Alasannya, kata dia, Siti Nurbaya memiliki pengalaman dan sudah menunjukkan komitmen pada tugas tersebut.

Secara terpisah, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa (AMPB) berharap Presiden Yudhoyono tidak memilih mendagri yang masih punya masalah, di antaranya korupsi.

"Mengapa kami peduli soal mendagri karena ini kan posisi strategis ya, jadi menurut kami Presiden tidak boleh sembarangan memilih orang," kata Jurubicara AMPB Amirudin.

Apalagi, katanya, Presiden Yudhoyono sejak awal komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Karena itu tidak bisa diterima kalau dalam menentukan mendagri kemudian memilih sosok yang diduga terlibat dalam kasus korupsi. Amirudin berharap sosok yang dipilih Presiden Yudhoyono adalah orang yang bersih dan berpengalaman mengelola pemerintahan. [Y-3]


Last modified: 25/8/07