[JAKARTA] Belakangan ini banyak sekali praktik yang disebut sebagai anti-aging (penuaan) di salon-salon kecantikan atau bahkan klinik-klinik kecantikan dengan tim dokter, yang ternyata mengorbankan pasien. Para pasien dijanjikan hal-hal sesaat, tapi berakibat negatif pada jangka lebih panjang dan pada akhirnya malahan menderita, karena itu masyarakat harus hati-hati.
Perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi pada beberapa dekade terakhir ini memungkinkan terjadinya kemajuan yang sangat pesat dalam bidang kedokteran dan kesehatan pada umumnya. Salah satu kemajuan yang benar-benar dirasakan adalah dimungkinkannya pengendalian terhadap proses penuaan (aging process), yang merupakan langkah maju dalam upaya pencegahan penyakit dan pengobatannya.
Kemajuan di bidang biologi seluler misalnya, telah memungkinkan para ahli mengembangkan teknik penggantian organ tubuh dan perbaikan fungsi bagian tubuh dengan hasil yang sangat memuaskan. Beberapa hasil positif yang telah terlihat adalah dimungkinkannya pengendalian/perbaikan dan pengobatan berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, obesitas, penyakit kardio-vaskular, dan bahkan aneka jenis penyakit kanker.
Namun, sayangnya para ilmuwan dan para praktisi di bidang kesehatan dan kedokteran ternyata tidak semua bisa mengikuti perkembangan yang sangat pesat tersebut. Banyak kasus proses "pemudaan " misalnya untuk kecantikan kulit, yang tidak disupervisi tim dokter ahli atau bahkan kalau pun oleh dokter ahli, banyak juga yang tidak dibekali dengan pengetahuan antipenuaan yang memadai, sehingga berakibat pada banyaknya kerugian yang harus diderita oleh klien atau terancam efek samping yang sangat buruk, seperti deformasi wajah jaringan atau kulit.
Berkaitan dengan itu, Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi) akan mengelar seminar 6 September 2007 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya, Jakarta. [PR/M-15]