[TANAH MERAH] Sebanyak 40.000 dari 45.000 penduduk Kabupaten Boven Digoel mendapat kartu asuransi kesehatan (askes). Asuransi itu diberikan menyongsong pembangunan Rumah Sakit Tipe C yang segera dibangun tahun 2007 ini dengan dana Rp 60 miliar.
"Dengan asuransi ini masyarakat terutama penduduk asli Papua mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pembayarannya menggunakan dana Otonomi Khusus Papua. Sebab, kenyataan menunjukkan selama ini masyarakat tak mampu membeli obat dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ujar Bupati Boven Digoel,
Yusak Yaluwo kepada SP sesuai meresmikan tahap pertama pembangunan 1.700 rumah karyawan pemerintah daerah dan 36 rumah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel, di Tanah Merah, Rabu (22/8).
Rumah tersebut dibangun dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Digoel. Pemberian askes, katanya, selain kepada masyarakat, juga semua pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Boven Digoel. Untuk itu, pemerintah setempat menyiapkan dana sekitar Rp 10 sampai Rp 15 miliar. Tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat dan PNS.
Keluar Daerah
Dia menjelaskan, pembangunan rumah sakit merajuk pada kenyataan selama ini banyak pasien yang menderita penyakit tertentu sulit dilayani pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di kabupaten tersebut, karena keterbatasan tenaga dan peralatan medis.
Akibatnya banyak biaya yang dikeluarkan biaya pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah di Merauke maupun Rumah Sakit Umum Provinsi Papua di Jayapura. Bahkan sampai keluar daerah, yakni Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara) dan sejumlah rumah sakit di kota-kota besar di Jawa.
"Untuk mengurangi beban dana yang tinggi, Pemerintah Kabupaten Digoel mulai tahun ini membangun rumah sakit tipe C di Tanah Merah," ujarnya.
Mengenai sumber daya manusia di bidang kesehatan, Yaluwo mengatakan sudah dipersiapkan melalui pendidikan keperawatan di Tanah Merah, juga mengirim tenaga-tenaga medis mengikuti pendidikan di Merauke, Jayapura dan luar Papua. [GAB/W-8]