SUARA PEMBARUAN DAILY

RI Jajaki Pengembangan Energi dengan Amerika Latin

[JAKARTA] Indonesia mengintensifkan kerja sama dengan negara-negara Amerika Latin dalam perdagangan dan pengembangan energi alternatif. Dengan Brasil, Indonesia berkomitmen mengembangkan energi alternatif, di tengah menyeruaknya problem perubahan iklim di tingkat global sekaligus adanya kebutuhan mengupayakan ketahanan energi.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI Desra Percaya mengatakan, penjajakan kerja sama di bidang energi alternatif dibicarakan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda dengan Menlu Brasil Celso Amorin di sela-sela Forum for East Asia and Latin America Cooperation (FEALAC) ke-3 di Brasilia, Brasil, Rabu (22/8).

"Brasil unggul di bidang teknologi energi alternatif, terutama biofuel etanol," ungkap Desra dalam konferensi pers di Deplu RI, Jumat (24/8).

Selama 30 tahun, Brasil telah berhasil mengembangkan teknologi etanol yang menggunakan tebu sebagai bahan bakunya. Menurut penelitian yang dilakukan Organisasi Kerja Sama Pembangunan Ekonomi (OECD), etanol yang dihasilkan Brasil mampu mengurangi pencemaran gas karbonmonoksida ke udara sebesar 80 persen. Sementara etanol yang dihasilkan Amerika Serikat dan berbahan baku jagung hanya mampu mengurangi pencemaran karbonmonoksida sebesar 20 persen.

Setelah Brasil, Menlu Wirajuda bertolak ke Argentina guna bertemu Menlu Argentina Jorge Enrique Taiana. Keduanya akan membahas masalah pengembangan energi alternatif dan kerja sama bidang hak asasi manusia.

Di sela-sela pertemuan, pada Rabu (22/8), Menlu Wirajuda juga bertemu dengan Menlu Kuba Felipe Perez Roque. Keduanya membahas soal peningkatan perdagangan dua negara yang dirasa belum optimal.

Pada Jumat (24/8), Menlu berkunjung ke Paraguay dan bertemu dengan Menlu Paraguay Ruben Dario Ramirez Lezcano. Hubungan dua negara selama ini dipandang belum optimal. Maka, Menlu RI menjajaki persetujuan kerja sama ekonomi dan teknik antara Indonesia dengan Paraguay.

Pada Selasa (28/8) pekan depan, Wirajuda akan berkunjung ke Santiago, Cile, untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Cile, Alejandro Foxley.

Cile mengusulkan kelompok studi bersama tentang kesepakatan perdagangan bebas (joint study group on free trade agreement) dan penjajakan ekspor LNG Indonesia ke Cile.

Menlu juga akan ke Ekuador guna membahas kerja sama PT Pertamina dengan Petro Ecuador serta kerja sama PT Telkom dengan Fondo de Solidaridad yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Juga dijadwalkan bertemu Presiden Rafael Correa, anggota parlemen Ekuador serta menteri pertambangan dan perminyakan, serta CEO Petro Ecuador dan Fondo de Solidaridad. [E-9]


Last modified: 25/8/07